Caleg Bantu Korban Banjir Diperingatkan

134

Panwaslu Awasi Kampanye Terselubung
SEMARANG-Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Semarang, rawan dimanfaatkan calon legislatif (caleg) untuk berkampanye. Modus yang dilakukan dengan memberikan bantuan logistik disertai embel-embel stiker bergambar dan bertuliskan caleg tersebut.
“Sinyalemen pelanggaran itu memang sangat kuat. Karena itu, kami peringatkan. Kalau mau membantu atas dasar rasa kemanusiaan, tidak dilarang. Tapi jangan pidato atau ada embel-embel lain, seperti memasang setiker dengan tulisan ajakan memilih caleg tersebut,” ujar anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang, Mohammad Ikhwan, kepada Radar Semarang, kemarin (27/1).
Pihaknya mengingatkan, para caleg, baik DPR, DPD maupun DPRD agar tidak tebar pesona di lokasi bencana. Aksi mengunjungi para korban banjir maupun memberi sumbangan material dengan memakai atribut politik, sangatlah tidak pantas. Apalagi diiringi bagi-bagi bahan kampanye berupa stiker, kalender atau bahkan spanduk besar dengan foto caleg bermuka sumringah. Selain tidak etis, hal itu berpotensi melanggar hukum. ”Jika saat memberikan bantuan, caleg tersebut memakai mobil atau kaos bergambar dirinya, tidak masalah. Tapi jangan melakukan orasi politik,” jelasnya.
Panwaslu Kota Semarang tidak segan-segan menindak para caleg yang memanfaatkan korban banjir disertai tindakan kampanye. Bahkan, apabila ada unsur politik uang (money politics) dalam aksi pencitraan diri di lokasi banjir, akan diproses sebagai pidana Pemilu.
“Kami telah menemukan banyak caleg menyumbang makanan, bahan pangan maupun barang untuk para korban banjir yang diduga disertai unsur kampanye,” ujarnya.
Bahkan, dia juga mendapat laporan dari masyarakat tentang aksi caleg yang diduga memakai dana bantuan bencana dari APBD maupun dimanipulasi seolah dari kocek pribadi si caleg. “Kami telah menemukan banyak caleg memanfaatkan korban banjir untuk ajang tebar pesona. Kami ingatkan jangan menunggangi aksi kemanusiaan untuk kampanye,” ujarnya.
Sementara itu, DPD PKS Kota Semarang menyambangi korban banjir di Kecamatan Genuk, Minggu (26/1) kemarin. Sebanyak 117 relawan diturunkan dalam dua kelompok. Kelompok pertama ke daerah Genuksari dan Banjardowo, untuk membantu resik-resik kampung pasca banjir. Sedangkan kelompok kedua ke Genuk Indah yang masih tergenang, di sana membagi logistik berupa nasi bungkus.
Disinggung soal aksi pencitraan politik, Ketua DPD PKS Kota Semarang Agung Budi Margono menyatakan bahwa sejak awal niat PKS membantu tanpa embel-embel tertentu. Di dalam banyak survei dan kajian akademik, PKS adalah partai yang paling banyak aktivitas sosial langsung ke masyarakat. “Kami ingin membantu. Itu saja,” kata Agung.
Sekum DPW PKS Jateng, Ahmadi menegaskan bahwa tidak selayaknya orang yang sudah bersedia membantu dicurigai dan dicibir dengan alasan tertentu. “Tolong menolong, gotong royong itu sudah menjadi identitas kita bangsa timur. Tidak pas kalo orang membantu kok malah dicurigai, “ kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini. (zal/ida)