19 SD Tanpa Kepala Sekolah

103

TEMANGGUNG—Sebanyak 19 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Temanggung saat ini tidak memiliki kepala sekolah (kasek) definitif, sehingga kaseknya diampu oleh kasek dari SD yang lain. Akibatnya, konsentrasi kepala sekolah itu pun tak optimal mengingat dia harus membagi waktu pada dua SD.
Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Soekamto, dari hasil temuan dari tim Dewan Pendidikan yang mengadakan monitoring di SD Negeri se-Kabupaten Temanggung, Desember 2013 lalu.
Diakui, pengampuan itu menyebabkan kasek tidak optimal dalam tugasnya, karena harus membagi dua sekolah dalam waktu yang bersamaan. “Untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran, maka Pemerintah Kabupaten Temanggung perlu segera mengisi kepala sekolah definitif terhadap 19 sekolah yang masih kosong kaseknya,” kata Soekamto.
Selain kekosongan kepala sekolah, tim Dewan Pendidikan Temanggung juga menemukan kekurangan pengajar di sejumlah guru SDN di daerah ini yang jumlahnya mencapai 700 guru. Sementara jumlah guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Temanggung sebanyak 4.011 guru, diantara 2724 guru berstatus PNS dan 1284 merupakan guru Wiyata.
Disebutkan, kebutuhan guru kelas di SDN sebanyak 2724 guru, sedangkan yang berstatus PNS terdapat 1885 guru. Jadi, ada kekurangan guru kelas sebanyak 788 guru. Untuk guru pendidikan agama Islam (PAI) dibutuhkan 410 guru, sementara berstatus PNS 273 guru sehingga kekurangan guru PAI 137 guru.
Untuk kebutuhan guru non-PAI sebanyak 48 guru sementara berstatus PNS ada 27 guru, sehingga kurang guru non-PAI 21 guru. Sementara untuk guru olahraga kebutuhannya 410 guru, dan sudah berstatus PNS 206 guru hingga kurang 204 guru.
“Namun jumlah guru kelas, PAI, non-PAI dan guru olahraga yang berstatus PNS di atas banyak diantara mereka yang akan segera memasuki masa pensiun,” kata anggota Dewan Pendidikan lainnya, Zainal Faizin.
Bupati Temanggung Bambang Soekarno, menyatakan, untuk mengatasi kekosongan guru tersebut, Pemkab saat ini sedang berupaya untuk bisa dikembalikan lagi pengadaan penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) kepada pemerintah daerah. Sehingga kebutuhan pegawai dan guru pendidik di Kabupaten Temanggung bisa segera diisi. (zah/lis)