11 Rumah Diterjang Angin Puting Beliung

142

MANYARAN — Sebanyak 11 rumah di Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Senin (27/1) malam sekitar pukul 22.45, diterjang angin puting beliung. Sebanyak 4 rumah berada di wilayah RT 7 RW IX, yakni rumah milik Tukimin, Romdoni, Teguh, dan Sariman. Sedangkan 7 rumah lainnya di wilayah RT 12 RW VI, yakni milik Joko Suyono, Budi Agung, Sugeng Supriyadi, Juwaer, Purwanto, Basir Iswanto, dan Zaeni. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kondisi atap rumah porak-poranda.
”Sebelas rumah yang terkena puting beliung, gentengnya berantakan, bahkan banyak yang pecah,” jelas Ketua RT 8 RW IX Manyaran, Sugiyanto kepada Radar Semarang kemarin.
Sugiyanto menjelaskan, angin puting beliung itu terjadi saat warga sudah tertidur lelap. Tiba-tiba angin besar datang memorak-porandakan atap rumah. ”Begitu ada kejadian, saya langsung lari ke pos penjagaan, dan memukul kentongan sebagai tanda bahaya. Tujuannya agar warga keluar rumah untuk menghindari bahaya,” jelasnya.
Dikatakan, angin puting beliung itu tidak berlangsung lama. Namun hanya sekitar setengah menit. ”Begitu warga berlarian ke luar rumah, angin sudah berlalu,” katanya.
Meski hanya setengah menit, namun akibat kencangnya angin menyebabkan genteng rumah warga yang dilewati puting beliung berhamburan.
Suyono, salah satu warga yang rumahnya rusak terkena puting beliung mengaku, semula dia mengira atap rumahnya dilempar batu. Namun begitu dicek keluar, ternyata kondisi genteng rumahnya sudah berantakan.
”Awalnya, ada genteng rumah tetangga yang melayang mengenai atap rumah. Ternyata atap rumah saya juga porak-poranda terkena angin lisus,” ujarnya
Lurah Manyaran Taat mengatakan, bencana angin puting beliung yang terjadi di wilayahnya tidak begitu besar. Rumah warga yang terkena puting beliung rata-rata berada di perbukitan.
”Rumah warga yang lokasinya di atas yang gentengnya bertaburan hingga menimpa atap rumah warga di bawahnya. Akibatnya, banyak genteng yang pecah,” katanya.
Camat Semarang Barat M. Khadik yang kemarin mendatangi lokasi langsung memerintahkan Lurah Manyaran mendata para korban. Pihaknya juga langsung memberikan bantuan berupa beras dan terpal.
Pantauan Radar Semarang kemarin, sejumlah warga setempat bergotong royong memperbaiki genteng rumah warga yang rusak. Perbaikan harus segera dilakukan karena hujan masih terus terjadi. (hid/aro/ce1)