Satu Sekolah Satu Inovasi

151

WONOSOBO – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Wonosobo mendorong kepada sekolah tingkat SMA dan SMK, untuk bekerja keras menggali potensi masing-masing. Tiap sekolah diwajibkan mempunyai satu inovasi di bidangnya. Sehingga tiap sekolah mempunyai unggulan yang berbeda.
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) One Andang Wardoyo, sebagai wujud implementasi kurikulum 2013, tiap sekolah SMA dan SMK di Wonosobo, didorong meningkatkan mutu pembelajarannya. Salah satunya melalui program penggalian potensi tiap sekolah.
“Program ini, satu sekolah satu inovasi. Jadi tiap sekolah SMA dan SMK harus punya temuan unggulan,”katanya.
Andang menjelaskan, satu sekolah satu inovasi yang dimaksud, misalnya untuk pendidikan tingkat SMK, harus menggali potensi lokal dan menemukan satu inovasi baru terkait dengan teknologi tepat guna.
“Dengan mempunyai keunggulan, maka tiap sekolah menjadi sekolah pilihan,” katanya.
Sedangkan untuk SMA, kata Andang, didorong melakukan penelitian dalam tiap semester pendidikan. Hasil penelitian tersebut, menjadi corak khas keunggulan yang dimiliki sekolah tersebut.
“Inovasi tiap sekolah harus berbeda, tidak boleh sama. Kami dorong guru dan siswa menemukan inovasi sesuai dengan potensi lokal,” ujarnya.
Dikatakan dia, melalui program ini, ada beberapa contoh yang sudah berhasil. Di antaranya SMK Sukoharjo yang sudah menemukan pembuatan sepeda angkut roda tiga. Alat ini, mampu mempermudah petani buah dalam mengangkut hasil panennya.
“Sepeda roda tiga, cocok untuk petani salak di Kecamatan Sukoharjo,”katanya.
Sekolah lain, kata Andang, yang saat ini didorong mengembangkan penelitian, yakni SMK Kepil. Di sekolah ini ada jurusan audio visual, para siswa dan guru didorong untuk menemukan inovasi baru, berupa perakitan televisi.
“Yang SMK Kepil tengah berjalan, kita tunggu saja hasil pengembangannya,” ungkapnya.
Ditambahkan, dengan pola program satu sekolah satu inovasi ini, diharapkan ke depan tiap pendidikan SMA dan SMK mempunyai corak unggulan masing-masing. Sehingga para siswa hasil lulusan mempunyai kebanggaan, sekaligus mempunyai motivasi untuk mengembangkan keilmuannya.
“Kami berharap untuk SMK selepas sekolah bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Kalau tidak, justru menjadi penemu-penemu baru dalam teknologi tepat guna yang bisa dikembangkan industri,” pungkasnya. (ali/lis)