Santun Berbahasa sebagai Ekspresi Kecerdasan

111

PUSPOWARNO – Penggunaan bahasa menggambarkan kehidupan masyarakat pemakainya. Jika masyarakat menggunakan bahasa yang kasar maka akan membentuk perilaku yang kasar pula. Begitu juga sebaliknya, jika masyarakat berbahasa dengan santun, maka perilakunya juga baik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bahasa yang kasar, tetapi tidak untuk diamalkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Pardi Suratno dalam seminar Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Mapel Ujian Nasional SMP Tahun Pelajaran 2013/2014 yang digelar di PT Penerbit Erlangga Semarang, Senin (27/1). Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP-MTs Kota Semarang, PT Penerbit Erlangga, Balai Bahasa Provinsi Jateng, Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Kota Semarang dan Jawa Pos Radar Semarang.
Pardi menjelaskan, berbahasa sangat erat kaitannya dengan kecerdasan berpikir. Oleh karena itu tidak heran jika banyak profesor yang gaya bicaranya santun dan menyenangkan pihak lain. Sebab, hal tersebut dilakukan dengan hati. ”Berbahasa yang santun adalah yang bener lan pener (benar dan sesuai kondisi, Red),” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pardi juga menekankan pentingnya membangun minat baca di kalangan masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya pengaruh media sehingga minat membaca masyarakat menjadi menurun. ”Berdasarkan penelitian, sejak tahun 2009 hingga sekarang, minat membaca masyarakat semakin menurun,” imbuhnya.
Sementara itu, pengurus HPBI Supriyono menambahkan, acara bedah SKL ini bertujuan untuk penajaman materi utamanya pelajaran Bahasa Indonesia kepada guru-guru se-Kota Semarang. Sehingga nantinya mereka dapat menularkan kepada siswa-siswinya. ”Kami sengaja mendatangkan pihak-pihak yang berkompeten untuk berdiskusi dan dialog dengan para bapak ibu guru. Selain kepala Balai Bahasa Provinsi Jateng, kami juga menghadirkan Mukh Doyin dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang juga menjadi widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah,” katanya. (fai/ton/ce1)