Makan Durian Sepuasnya Cukup Rp 100 Ribu

296

JATISARI – Masyarakat Semarang bisa makan durian sepuasnya hanya dengan membayar Rp 100 ribu per orang. Itu hanya berlaku dua hari, 1-2 Februari 2014. Tepatnya saat perayaan Mijen Festival Durian.
Hanya saja, pihak penyelenggara tidak akan bertanggung jawab apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan akibat terlalu banyak makan durian. ”Masyarakat yang ikut acara tersebut harus menandatangani surat pernyataan bermeterai. Isinya hal-hal yang terjadi karena makan durian bukan tanggung jawab panitia,” terang Camat Mijen, Ali Muchktar. Jika tidak lolos tes kesehatan maka uang Rp 100 ribu akan dikembalikan utuh.
Jika telah lolos tes kesehatan, pengunjung diperbolehkan menikmati durian sepuasnya. Mereka juga bisa mengikuti lomba makan durian tercepat. Peserta lomba makan akan ditarik biaya pendaftaran tambahan sebesar Rp 50 ribu. Disediakan 400 durian untuk lomba makan.
Lebih rinci, Ali Muchktar menjelaskan, syarat lain untuk makan durian sepuasnya adalah sekali duduk. Jadi peserta tidak boleh mencicil makan durian semisal pulang dulu, lalu sore makan lagi. ”Jika durian yang dimakan tidak enak, warga bisa minta tukar,” katanya.
Festival ini direncanakan akan menjadi kegiatan tahunan. ”Sejauh ini banyak peserta dari beberapa daerah yang sudah mendaftar, antara lain dari Magelang, Pekalongan, Batang, Boyolali, Jepara, Kabupaten Semarang. Dan juga dari kecamatan-kecamatan di wilayah Semarang yang menghasilkan buah durian,” katanya.
Kegiatan festival ini bertujuan untuk mengenalkan durian khas Semarang, khususnya dari Mijen. Serta untuk menjadikan Mijen sebagai salah satu sentra produsen buah durian, dan lebih utama lagi untuk mendatangkan penghasilan bagi para petani durian.
Ketua panitia Mijen Festival Durian, Anggoro Widyatmoko menambahkan, potensi tanaman durian di kecamatan Mijen sangat besar. Saat ini ada 500 petani hingga 800 petani. Jumlah itu belum termasuk petani di Kecamatan Gunungpati dan Ngaliyan. ”Dengan adanya festival durian, saya harap ekonomi petani Mijen makin meningkat karena semakin dikenal,” tuturnya. (zal/ton/ce1)