KENDAL – Kawasan hutan di Indonesia— utamanya pulau Jawa— semakin menipis. Kondisinya juga semakin memprihatinkan. Dampaknya, bencana alam mengancam setiap saat.
Saat kunjungan kerja di Kendal kemarin, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, mengatakan, idealnya kawasan hutan di Indonesia adalah 30 persen. Sedangkan kawasan hutan di pulau Jawa, di bawah 20 persen.
”Idealnya, setiap daerah punya lahan hutan 30 persen, di Jawa hanya di bawah 20 persen, termasuk di Kendal. Bahkan, di Jakarta lahan hutan kurang dari satu persen atau hanya 19 hektare saja,” kata Menteri Zulkifli, kemarin, saat menghadiri acara tutup tanaman 2013 dan pelihara pohon di kawasan hutan Darupono Kaliwungu Selatan.
Karena itu, Zulkifli mengatakan, gerakan penanaman pohon harus terus dilakukan. Tahun lalu, penanaman pohon sudah mencapai 1,8 miliar pohon. Targetnya, pada 2014, pohon yang ditanam bisa mencapai 2 miliar di seluruh Indonesia. ”Tahun 2010 sebanyak 1,3 miliar, naik lagi pada 2011 menjadi 1,5 miliar dan kita targetkan tahun 2014 ini bisa meningkat lagi.”
Dalam kesempatan itu, Menteri Zulkifli juga mengapresiasi Perda SUSU (Sak Uwong Sak Uwit) yang dinilai bagus untuk meminimalisasi pemanasan global. ”Sangat bagus program itu, namun seharusnya bukan satu orang satu pohon, tapi satu orang satu pohon untuk sebulan. Jadi, setiap orang bisa menanam lebih dari 1 pohon salam setahun.”
Sementara itu, terkait illegal logging atau pencurian kayu, sang menteri menginstruksikan kepada pihak terkait untuk melakukan pendekatan kesejahteraan rakyat. Sehingga pencurian kayu dan perusakan hutan bisa diminimalisasi. ”Dulu kita pakai cara pengamanan dengan menghukum pencuri. Kali ini kita memerintahkan kepada pihak terkait untuk lebih melakukan tingkat pendekatan kesejahteraan. Mereka bisa diajak untuk menanam pohon sengon atau pohon lain yang lebih cepat panen.”
Di lain pihak, Menteri Perekonomian Hatta Rajassa mengklaim, meski terjadi musibah banjir di beberapa daerah— termasuk Kendal— namun belum berdampak pada kelangkaan sejumlah kebutuhan pokok.
Terkait pasokan beras sendiri, Menteri Hatta memastikan tidak akan terganggu. Hasil sidak beberapa waktu lalu, pasokan beras masih cukup untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Dalam kesempatan itu, menteri memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren Rodhotul Jinan Desa Singorojo sebesar Rp 10 juta. Juga bantuan benih kepada 82 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) senilai Rp 24,6 juta.
Bantuan lainnya, kepada TK Tunggul Sari sebesar Rp 10 juta; dan bantuan dari Kemenhut berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1,048 miliar, bantuan KBR sebanyak 20 unit senilai Rp 1 miliar; dan PPMBK senilai Rp 350 juta. (den/isk/ce1)