Sendang Sikucing Terancam Hilang

99

KENDAL — Tingginya pengikisan air laut, membuat objek wisata milik Pemkab Kendal, pantai Sendang Sikucing, di Kecamatan Rowosari, terancam hilang.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Sri Bagus Darmono mengatakan, objek wisata itu rawan terkena abrasi.
Menurut dia, di awal tahun ini saja, Sendang Sikucing telah termakan abrasi sepanjang 20 meter. ”Pengikisan akan terus bertambah jika tidak ditangani. Prediksinya, Mei tahun ini, luasan pantai akan terus berkurang. Hal ini diperparah dengan cuaca ekstrem yang terjadi baru-baru ini.”
Dikatakan, di pantai Sendang Sikucing, tingkat abrasi sangat tinggi. Sebab, di lokasi pantai, sering terjadi pusaran air yang bisa mengikis pasir pantai. Jika tidak kunjung ditangani, dikhawatirkan 5 tahun ke depan, pantai akan hilang.
”Hal ini terjadi karena pengaruh angin, menyebabkan ombak besar. Air hanya berputar di sekitar pantai, sehingga bisa mengikis pantai.”
Solusinya, tutur Sri Bagus, dengan membangun pemecah ombak. Sedikitnya 5 pemecah ombak dengan ukuran 50-100 meter.
Sri Bagus mengklaim, pihaknya telah menyusun proposal pembangunan pemecah ombak alias break water. Dikatakan, Sendang Sikucing layak dipertahankan karena menjadi salah satu objek wisata primadona masyarakat Kendal.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kendal, Ratno mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah antisipasi. Salah satu caranya, dengan menanam mangrove. Menurut dia, tingginya abrasi juga terjadi di beberapa tempat lain. Seperti di Kecamatan Brangsong, Kendal, Kangkung dan Cepiring. ”Kita akan tanam mangrove di tempat-tempat yang abrasinya tinggi.” (den/isk/ce1)

Silakan beri komentar.