PLOMBOKAN — Kawanan perampok kembali beraksi di Kota Semarang. Kali ini, sasarannya rumah seorang pendeta di Jalan Brotojoyo 3C/15 RT 08 RW 2, Kelurahan Plombokan, Semarang Utara. Dalam aksinya, ketiga pelaku berpura-pura hendak menyervis AC di rumah korban. Begitu berhasil masuk, dua pelaku langsung menyekap dan mengikat dua pembantu korban. Akibat kejadian itu, korban kehilangan 1 unit iPad, 1 unit iPhone, 1 unit BlackBerry serta uang tunai Rp 1,5 juta.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, aksi perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30. Saat kejadian, pemilik rumah, Ivan Tanuwihardjo dan istrinya sedang pergi. Sedangkan di rumah hanya ada dua pembantu korban, Sumiati, 14, dan Dwi Susanti, 18.
Sekitar pukul 10.15, ketiga pelaku datang mengendarai motor Yamaha Jupiter dan Honda Revo. Begitu sampai di depan gerbang rumah, seorang pelaku mengaku sebagai tukang servis yang diminta datang untuk memperbaiki AC di rumah korban. ”Ngaku-nya mau memperbaiki AC,” kata Dwi Susanti kepada petugas.
Tanpa curiga, pintu gerbang pun dibuka. Dua pelaku masuk sembari membuntuti Dwi ke dalam rumah. Sedangkan seorang pelaku lain berjaga, dan terus standby di atas motor. Begitu berhasil masuk, dua pembantu perempuan itu langsung dilumpuhkan.
Keduanya diikat menggunakan tali rafia warna merah dan kuning, tali tas warna krem serta kabel charger handphone. Sementara mulutnya disumpal dengan kain. Setelah melumpuhkan Sumiati dan Dwi, kedua pelaku lantas mengacak-acak seluruh isi kamar korban. Sekitar 15 menit beraksi, ketiga pelaku kabur membawa barang berharga milik korban.
Setelah dirasa aman, Dwi yang berhasil melepaskan diri dari ikatan keluar dan meminta tolong kepada Tri Wahyono, 33, sekuriti rumah No 3C/12 A, yang hanya berjarak dua rumah dari TKP. ”Saya tidak tahu kejadiannya, tiba-tiba Dwi datang dan meminta tolong. Katanya rumah majikannya habis kebobolan,” kata Tri Wahyono.
Mendapat kabar itu, Tri dan Dwi bergegas ke rumah korban untuk memastikan apa yang terjadi. Ternyata Sumiati masih berada di dalam kamar dengan kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut disumpal kain. ”Kondisi kamar korban sudah acak-acakan. Tapi pelaku sudah tidak ada,” ujarnya.
Aksi perampokan siang bolong itu pun langsung menjadi perhatian sejumlah warga sekitar. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Semarang Utara diteruskan ke Polrestabes Semarang. Tak berselang lama, sejumlah petugas Polsek Semarang Utara dan tim Inafis Polrestabes Semarang datang ke lokasi kejadian. Namun sampai di TKP, petugas sempat menemui kendala untuk menggelar olah tempat kejadian perkara.
Petugas hanya meminta keterangan dari dua pembantu dan membawa barang bukti berupa tali rafia warna merah dan kuning, tali tas kecil warna krem, kabel charger handphone, serta beberapa helai kain yang digunakan menyumbat mulut keduanya.
Petugas yang gagal melakukan olah TKP, akhirnya meminta korban untuk datang melapor ke Polrestabes Semarang. ”Dugaan sementara pelaku tiga orang, dan sempat menyekap dua pembantu korban,” kata seorang petugas Polrestabes Semarang. (fth/aro/ce1)