Pesta Rakyat ala Batik Semarang 16

208

METESEH – Berbagai macam makanan kuliner tradisional tersedia untuk masyarakat. Mulai dari kue putu bumbung, mi kopyok, soto, dan beraneka jenis es bebas untuk dicicipi sesukanya. Selain itu, mereka juga dihibur dengan peragaan busana batik, aneka jenis lomba seperti memancing, menari, membatik, dan santunan kepada anak yatim.
Ya begitulah suasana perayaan ulang tahun yang ke-9 Sanggar Batik Semarang 16 yang digelar di Sumberejo Meteseh Tembalang. Ratusan masyarakat berbondong-bondong mendatangi acara yang diselenggarakan sehari semalam tersebut.
Sang pemilik sanggar, Umi S. Adisusilo mengungkapkan, acara pesta rakyat tersebut merupakan kali pertama diselenggarakan oleh Sanggar Batik Semarang 16. Biasanya ketika memperingati ulang tahun hanya melakukan syukuran dan potong tumpeng. ”Semua ide berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat. Saya hanya memfasilitasinya saja,” ungkapnya.
Umi menjelaskan, acara tersebut sekaligus syukuran dari para ibu-ibu yang telah selesai dalam pelatihan membatik di rumahnya. Untuk menyemangati mereka, maka digelarlah lomba membatik. ”Selain itu juga untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan menumbuhkembangkan usaha batik Semarangan di Meteseh ini,” imbuh perempuan yang juga menjadi pembina perajin batik Indonesia ini.
Sementara itu, Kepala Sanggar Batik Semarang 16 Djawahir Muhammad menambahkan, selain menyediakan aneka macam kuliner dan lomba, pada malam harinya juga digelar nonton bareng bersama anak-anak suporter Panser dan Snex. Hal tersebut tidak lain untuk mengenalkan batik kepada masyarakat luas. (fai/ton/ce1)