Layanan Poliklinik RSUD Temanggung Dikeluhkan

845

TEMANGGUNG—Lambatnya pelayanan di poliklinik RSUD Djojonegoro Temanggung dikeluhkan. Sejumlah pasien harus menunggu hingga berjam-jam untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. DPRD Temanggung mendesak agar RSUD memperbaiki sistem layanannya kepada pasien.
Ivan, 26, salah satu pasien poli saraf mengaku harus rela menunggu sampai berjam-jam untuk mendapatkan giliran periksa. Padahal sebelum datang dokter saraf, sudah dihubungi melalui telepon gengam. “Saya sudah menunggu sejak jam 08.00 WIB, sebelumnya saya sudah menghubungi dokternya, katanya bisa dilayani. Tapi saya juga masih menunggu lama, kalau tidak salah dokter sarafnya malah belum datang,” katanya.
Keluhan yang sama diutarakan oleh Santoso, 41, pasien di poli umum. Kedatangannya ke poli umum RSUD Djojonegoro untuk memeriksakan kesehatan anaknya yang mengalami sakit perut, namun karena terlalu lama menunggu maka ia memilih berobat di dokter praktik.
“Sudah terlalu lama menunggu, saya datang jam 08.00 WIB, tapi belum juga dilayani. Jadi saya memilih ke tempat lain saja, karena penyakit anak saya ini tidak bisa menunggu dan harus segera diperiksa,”jelasnya.
Ia menilai lambatnya pelayanan di poliklinik ini dikarenakan, sistem pelayanan yang terlalu panjang, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Untuk sekali berobat saja membutuhkan minimal dua jam. Selain itu katanya, sumber daya manusia yang bekerja di bagian administrasi juga belum optimal sehingga pelayanan menjadi lambat bahkan menjadi terkesan semrawut.
“Jadi menurut saya, sistem pelayanan di sini terlalu bertele-tele, pertama pasien harus mendaftar terlebih dahulu. Kemudian ke poli yang dituju, herannya disetiap loket pasti antre. Jadi kalau memeriksakan kesehatan di poli RSUD Djojonerogo minimal butuh waktu 2 jam, bisa jadi lebih. Saya sudah antre dua jam belum juga dapat giliran, jadi mending pindah saja,”ungkapnya.
Untuk itu ia bersama pasien lainnya berharap, pemerintah bisa kembali mengatur ulang pada pelayaan poliklinik sehingga kualitas dan pelayaan poliklinik terhadap masyarakat semakin meningkat.
“Sebenarnya kalau sistemnya sudah bagus, tapi SDM-nya yang melayani kurang cekatan bahkan terkesan tidak semangat jadi pekerjaannya banyak yang terlambat. Kalau bisa SDM-nya diganti yang lebih muda dan cekatan, sehingga pelayanan bisa lebih cepat,” sarannya.
Terpisah, anggota Komisi C DPRD Temanggung, Slamet Eko Wantoro menuturkan mengenai keluhan pasien di poliklinik sedang dibahas RPJMD. Terutama untuk perbaikan pelayanan di poliklinik maupun pelayanan rawat jalan dan inap di RSUD Djojonegoro karena memang selama ini dikeluhkan oleh sebagian masyarakat.
“Sedang kami bahas, kami berharap pemerintah bisa memberikan peringatan kepada RSUD untuk meningkatkan pelayanan dan performa dari pegawainya sehingga bisa mempercepat kinerjanya,” pintanya. (zah/lis)