Bongkar Jaringan BlackBerry Rekondisi

145

Polrestabes Amankan 185 Unit
BARUSARI — Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil membongkar jaringan peredaran BlackBerry rekondisi di Semarang. Dua orang penjual handphone rekondisi itu berhasil dibekuk. Adalah Yk, 34, warga Pudakpayung, Banyumanik dan Ds, 36, warga Gisikdrono, Semarang Barat. Keduanya diamankan beserta barang bukti dari konter di pusat perbelanjaan Kota Semarang.
Kepala Polrestabes Semarang, Kombespol Djihartono mengatakan bahwa kedua tersangka diamankan Sabtu (25/1). Lantaran diketahui menjual berbagai merek BlacBerry yang sudah direkondisi. Bahkan, penyebarannya sudah meluas hampir di seluruh titik Kota Semarang. ”Keduanya kami tangkap di konter masing-masing, saat masih berjualan,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, katanya, penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang langsung bergerak melakukan penyidikan intensif. Hasilnya, dua orang berhasil diamakan karena kedapatan menjual BlackBerry rekondisi. ”Handphone ini dijual di pasaran dengan fisik yang serupa. Jadi sangat sulit untuk membedakan mana yang asli dan mana yang rekondisi,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto menambahkan, dari pengakuan kedua tersangka, barang rekondisi tersebut didapatkan dari Jakarta. Barang dikirim dalam jumlah besar, baru kemudian disebarkan ke Kota Semarang. Bahkan, banyak masyarakat yang tertarik karena harganya sangat miring. ”Harganya murah, selisih Rp 300 sampai Rp 500 ribu dibandingkan dengan harga normal yang memiliki garansi resmi,” tambahnya.
Saat ini, Penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang masih berupaya membongkar jaringan penjualan BlackBerry rekondisi tersebut. Dua tersangka saat ini masih diperiksa intensif oleh penyidik. ”Ds dan Yk hanya penjual, jadi jelas ada yang menyuplai. Itu yang masih kami selidiki,” tambahnya. Dua tersangka mendekam di balik jeruji besi Mapolrestabes Semarang. Mereka dijerat dengan pasal 62 UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. (fth/ida/ce1)