Tiga Menit Guncang Solo

175

SOLO–Guncangan gempa yang terjadi kemarin siang (25/1) tak urung memancing kepanikan warga Solo. Pengunjung di sejumlah pusat perbelanjaan berhamburan ke luar. Bahkan, manajemen mal pun sempat melakukan prosedur evakuasi.
Bahkan, gempa yang diketahui berpusat di Kebumen dengan kekuatan 6,5 skala richter itu membuat panik pedagang dan pengunjung di Pasar Klewer, Solo. Aktivitas transaksi di pusat sandang terbesar di Jateng itu sempat buyar lantaran adanya guncangan gempa beberapa menit.
Riniyanti, salah seorang pedagang Pasar Klewer mengatakan, begitu terasa ada guncangan, dia dan para pedagang maupun pengunjung langsung berlarian ke luar pasar.
”Banyak yang teriak-teriak ketakutan, jadi ikut-ikutan panik. Yang berada di lantai atas (lantai dua) juga ikut lari keluar karena takut terjadi sesuatu. Papan nama yang ada di kioas juga bergerak-gerak hebat karena guncangan,” ujarnya.
Kepanikan juga dirasakan para kuli angkut dan tukang becak yang biasa memarkirkan becaknya di sebelah timur Pasar Klewer. Mereka berlarian mencari tempat yang lebih lapang menghindari tembok tinggi di antara Pasar Klewer dengan Keraton Surakarta. Pasalnya, tembok tersebut sudah berumur tua, sehingga ditakutkan akan roboh akibat gempa. Kegiatan di Pasar Klewer kembali pulih setelah beberapa saat tak terasa adanya gempa susulan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Eko Nugroho, saat dihubungi Radar Solo mengatakan, hingga kemarin sore tidak ada laporan mengenai kerusakan dari dampak gempa bumi. Pihaknya sempat melakukan pantauan dan diakui memang terjadi kepanikan di sejumlah tempat, terutama di pusat keramaian.
”Efek kemarin lebih ke kepanikan. Namun, kemungkinan besar gempa kemarin tak mengakibatkan kerusakan di Solo. Tak ada laporan masuk mengenai kerusakan,” tandasnya.
Sementara, pantauan Radar Solo di kawasan rumah sakit, aktivitas berjalan normal pascagempa. ”Karena hanya sebentar, tadi tidak ada kepanikan,” terang Elysa, pejabat humas RSUD Dr Moewardi Solo, saat dihubungi via telepon.
Menurut Elysa, jika terjadi bencana alam ataupun hal yang berkaitan dengan keadaan darurat, pihak rumah sakit sudah menyiapkan tim khusus. Yakni kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Tim yang dibentuk untuk disiapkan keselamatan lingkungan kerja.
Selain itu RSUD dr Moewardi juga sudah menyiapkan tim 118. Tim ini adalah gabugan dokter, perwat, dan bidan yang sudah terlatih dalam situasi darurat dan tanggap bencana. Selain itu, tim ini berpengalaman di lapangan saat menghadapi situasi bencana.
Saat terjadi bencana mendadak, misalnya gempa bumi dengan kekuatan yang dasyat atau ada angin rebut, pihak rumah sakit tetap panik meski hanya sesaat. Namun, sudah disiapkan tim terlatih untuk mengatasi hal semacam itu. (ria/din/un)