Petani Tambak Rugi Rp 442 Juta

176

PEKALONGAN – Banjir yang merendam sebagian wilayah Pekalongan, belum benar-benar surut. Buktinya, air masih merendam 193 hektare (ha) tambak ikan dan udang milik warga di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Dua di antaranya, tambak-tambak warga di wilayah Kelurahan Bandengan dan Degayu. Akibatnya, puluhan petani tambak mengalami kerugian besar, hingga Rp 442 juta.
Kerugian terbesar, dialami para petambak udang vaname maupun tambak bandeng. Padahal, dua minggu sebelum banjir, udang-udang itu siap dipanen. Ironisnya, sebagian besar petani tambak sudah menerima uang muka dari pembeli.
Jumadi, 52, petambak asal Degayu, menuturkan, banjir yang baru saja terjadi, di luar perkiraan semua petani tambak. Ia yang memiliki 2 ha tambak harus menelan pil pahit.
Sebab, semua udang yang siap panen, hanyut terbawa arus banjir. ”Biasanya banjir hanya setinggi 40 sentimeter saja, namun kemarin mencapai 1,5 meter, dan menghanyutkan semua udang yang akan dipanen.” Jumadi berharap Pemkot Pekalongan memberikan bantuan, berupa pinjaman berbunga ringan.
Menurut dia, sebagian uang muka yang diterima pembeli, sudah digunakan untuk membayar biaya kuliah anaknya. ”Kalau saya tidak terima uang muka dari pembeli, mungkin saya tidak perlu bantuan. Namun sekarang, sudah terima uang, udangnya hanyut terbawa banjir. Makanya, saya butuh bantuan pinjaman ringan,” kata Jumadi, anggota Kelompok Petani Ikan, Mina Makmur.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kota Pekalongan, Candra Herawati, membenarkan, dari 203 ha tambak di Kota Pekalongan, hanya 10 hektare yang terselamatkan. Sisanya, 193 ha terbenam banjir. Kerugian total mencapai Rp 442 juta.
Padahal, lanjut Candra, sebagian besar petani tambak akan memanen hasil ikan dan udang pada awal bulan depan. ”Hanya 10 hektare saja yang selamat.”
Candra menandaskan, saat ini para petambak di Kota Pekalongan, sedang dalam masa kebangkitan, setelah berhasil mengelola tambak udang vaname di Degayu dari banjir rob. Namun, akibat banjir sepekan lalu, membuat kondisi para petambak kembali terpuruk dan harus memulai dari awal.
Wali Kota Basyir Ahmad berjanji akan membantu petani tambak yang mengalami kerugian. Dananya, berasal dari Pempro Jateng. ”Kalau tidak ada perubahan, Pak Gubernur Ganjar akan membantu sebesar Rp 300 juta untuk petani tambak yang mengalami kerugian.” (thd/isk/ce1)