Pensiun Diperpanjang, Pemkot Rombak SOTK

115

SALATIGA—Wali Kota Yuliyanto berjanji segera mengkaji perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) terkait aturan baru mengenai aparatur sipil negara (ASN) serta batas usia pensiun PNS sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014.
Ia pun mewacanakan adanya beberapa dinas dan badan yang bisa dipecah (dimekarkan) lagi untuk karier PNS, agar bisa naik ke eselon II.
Yuliyanto mengatakan, dengan penambahan usia pensiun, maka dikhawatirkan justru menghambat karier para PNS. “Satu – satunya jalan agar gerbong kepegawaian berjalan dan reorganisasi, harus dengan melakukan pengkajian SOTK baru.”
Sebab, kata dia, dengan diperpanjangnya masa pensiun eselon II dan III, akan mengganjal karier PNS di bawahnya yang sudah memenuhi persyaratan. “Memang, dengan aturan baru ini merepotkan daerah,” tandas Yuliyanto.
Seperti diketahui, pejabat eselon II saat ini, dengan keluarnya UU Nomor 5 Tahun 2014 yang seharusnya pensiun pada 2014, tidak jadi pensiun. Melainkan diperpanjang hingga usia 60 tahun atau bertambah masa kerja 4 tahun.
“Sedangkan untuk eselon III menjadi 58 tahun usia pensiun. Tentu, kami berpikir para PNS di bawahnya. Dampaknya memang ke gerbong PNS.”
Terpisah, Kabag Hukum Pemkot Salatiga Ardiyantara menambahkan, daerah tidak bisa membantah aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Semuanya harus dijalankan. Kemungkinannya, bisa dialihkan dari jabatan struktural ke fungsional.
Dengan keluarnya UU Nomor 5 Tahun 2014 ini, kata dia, akan terjadi penumpukan di bawah. Sehingga karier akan menunggu kekosongan eselon di atasnya. “Dengan keluarnya aturan baru ini tentang perpanjangan usia pensiun bagi eselon III dan II ini membingungkan, apakah anugerah atau musibah?” sentil Ardiyantara.
Bagian Hukum kini sudah melakukan koordinasi dengan seluruh satuan perangkat daerah (SKPD). SKPD diminta melakukan inventarisasi lagi jabatan yang ada. Nantinya, akan dibahas bersama; mana yang mungkin bisa dikembangkan dan mana yang harus dihapuskan. (sas/isk)