Kembangkan Koperasi Petani

126

WONOSOBO-Kendati mayoritas mata pencaharian warga Karesidenan Kedu adalah petani, namun hasilnya belum bisa menguntungkan. Hal ini karena masih ada tiga masalah yang dihadapi petani, yakni permodalan, sistem penjualan hasil panen, serta keterbatasan lahan.
“Solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah mengembangkan koperasi petani,” kata Sekretaris Bidang Politik dan Biro DPP Partai Gerindra, Yudi Syamsudin Suyuti, saat berada di Wonosobo, kemarin (23/1).
Menurutnya, penghasilan secara umum penduduk Jateng berasal dari sektor pertanian. Namun, banyak petani yang tidak memiliki jaminan untuk mendapatkan modal dalam membeli pupuk, bibit serta biaya tenaga.
“Karena itulah, melalui koperasi petani, akan mempermudah petani mendapatkan modal usaha dan menjaga stabilitas harga hasil pertanian. Selain itu, koperasi dikembangkan sebagai pintu dagang hasil panen bumi, sehingga petani tidak lagi menjadi sasaran rentenir,” kata caleg Parpol Gerindra dari Dapil Kedu ini.
Sedangkan upaya yang dilakukan Gerindra, kata Yudi, mendorong petani menjadi petani pemilik, bukan petani gurem. Menyusul tingkat persaingan pasar yang semakin ketat dan kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan petani lokal bersaing dengan petani luar negeri. “Sekarang semua hasil produk pertanian luar negeri masuk ke pasar lokal kita. Ini bisa menjadi ancaman besar bagi petani,” katanya.
Untuk itu, kata dia, selain harus meningkatkan sumberdaya petani, sumber permodalan serta memperkuat jaringan pasar harus dikenalkan kepada petani. Sehingga ketentuan harga hasil bumi tidak di tangan tengkulak. Namun petani bisa menentukan harga pasar sendiri. “Karena itulah, antar petani di tiap daerah harus membangun jaringan koperasi ini,” katanya. (ali/ida)