PEKALONGAN — Jembatan gantung Dekoro di Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, nyaris putus. Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 90 sentimeter itu, kondisinya mengkhawatirkan, karena tergerus arus sungai Kalibanger.
Selama ini, jembatan gantung menghubungkan dua: Setono dan Poncol di Kecamatan Pekalongan Timur. Pantauan koran ini kemarin siang, kondisi jembatan bergoyang-goyang ketika dilalui warga. Banyak kayu yang keropos. Baut pengait juga banyak yang lepas, bahkan tiang penyangga sebagian tergerus arus.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan, telah memasang rambu larangan bagi warga untuk melintas. Larangan ditempatkan pada pintu masuk dua sisi. Namun, masih saja ada warga yang nekat melintas.
Warga beralasan, terlalu jauh jika harus memutar melalui jalan raya. Jembatan itu merupakan jembatan satu-satunya menuju Kabupaten Batang atau sebagai jalan tembus.
Ahmad Fauzan, 34, warga Kelurahan Setono RT 05 RW 03, Kecamatan Pekalongan Timur, misalnya, nekat mengendarai motor bersama anak dan istri, melintasi jembatan itu.
”Saya tahu jembatan ini rusak, tapi harus bagaimana lagi, yang penting hati-hati,” ucap Ahmad Fauzan, yang hendak menuju Kabupaten Batang.
Hal senada dikatakan Rozikin, 52, warga Kelurahan Poncol RT 10 RW 06, Kecamatan Pekalongan Timur. Menurut dia, jembatan gantung Dekoro merupakan jembatan satu-satunya yang menghubungkan Kota Pekalongan dengan Kabupaten Batang. ”Jembatan ini, sejak dibangun tahun 1990, belum pernah diperbaiki.”
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kecamatan Pekalongan Timur, Harry Jauhari mengatakan, jembatan gantung Setono dibangun pada 1990-an oleh masyarakat Duku Dekoro, Kelurahan Setono.
Jembatan itu sudah beberapa kali diusulkan ke Pemkot Pekalongan untuk dibangun secara permanen. Namun, hingga kini, belum dipenuhi dengan alasan keterbatasan anggaran.
”Dalam rapat musyawarah kerja pembangunan tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Pemkot Pekalongan, sudah disetujui. Rencananya akan dibangun pada 2013 lalu untuk menjadi jembatan permanen. Tapi, kenyataannya, hingga 2014 ini tidak jadi dibangun,” beber Harry Jauhari.
Namun, pernyataan Ketua LPM Kecamatan Pekalongan Timur Harry Jauhari, justru dibantah oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan, Marsudi Ismanto.
Menurut Marsudi, pembangunan jembatan gantung Dekoro akan direalisasi menjadi jembatan permanen. Jembatan itu rencananya akan dibongkar pada 2014 dan diganti menjadi jembatan permanen beton, dengan lebar 3 meter dan panjang 60 meter. Anggaran yang disediakan Rp 1 miliar dari APBD. ”Perbaikan akan dimulai pada 20 Februari 2014.” (thd/isk/ce1)