Pembangunan Sentraland Semarang
SEMARANG – Pembangunan Sentraland Semarang yang lebih dikenal proyek ”Mixed Us” yang menggabungkan pembangunan perkantoran, hotel, kondotel, dan soho (small office home office), mulai dilaksanakan dengan melakukan pekerjaan ”Tes Pile” (uji coba pemasangan tiang pancang dengan beban). Meski baru akan dibangun transaki sudah mencapai 50 persen lebih.
”Transaksi ini membuktikan animo masyarakat untuk membeli apartemen sangat bagus. Apalagi lokasi Sentraland Semarang ada di jalan Ki Mangunsarkoro yang merupakan pusat kota,” jelas Direktur Pemasaran Perum Perumnas M. Nawir di sela-sela launching Sentraland Semarang, kemarin.
Sentraland Semarang berdiri di atas lahan seluas 6.770 meter persegi yang akan dibangun apartemen dengan tinggi sekitar 74 meter atau 20 lantai dengan investasi sekitar Rp 400 miliar. Investasi ini terdiri atas investasi konstruksi senilai Rp 300 miliar atau 75 persen dan sisanya Rp 100 miliar investasi berupa tanah.
Pembangunan apartemen ini menurut M. Nawir ditarget selesai dua tahun. Serah terima kepada konsumen diharapkan dapat terealisir pada Januari 2016. Diakui, meski di Jateng apartemen belum memasyarakat, namun animo masyarakat untuk membeli apartemen cukup bagus. Saat launching kemarin, penjualan sudah mencapai 50 persen lebih dengan harga mulai Rp 500 jutaan dengan tipe 28.
Dijelaskan M. Nawir, proyek ini dikelola oleh PT Propenas Griya Utama, salah satu anak perusahaan Perum Perumnas, sebuah BUMN yang memiliki reputasi yang baik di dunia properti Indonesia. Dalam melaksanakan proyek ini Perumnas juga bekerja sama dengan mitra-mitra seperti PT Nusaputra Dwikharisma, PT Cakra Manggilingan Jaya, PT Wijaya Karya Gedung dan PT Jakarta Rencana Selaras. ”Khusus hotel dan kondotel akan dikelola Hari Hotel, sebuah chain hotel yang sudah terkemuka dengan reputasi internasional. Bahkan untuk retail hampir seluruhnya sudah terjual dengan brand-brand bagus seperti JCO, Century, Guardian, Breadtalk, serta Electronics Solution,” tambahnya.
Sementara itu Direktur Utama PT Propernas Chavids Ma’ruf mengatakan, dari luas lahan 6.770 meter pesegi ini akan dibangun apartemen 135 unit, SOHO sekitar 209 unit, kondotel 172 unit. Sedangkan untuk komersial retail 10,750 meter dan perkantoran 2.370 meter persegi. Menurutnya, pemesan retail dan perkantoran tidak hanya terbatas dari Kota Semarang tetapi juga luar daerah seperti Kudus, Ungaran, Jakarta dan lainnya. Ini dikarenakan Sentraland sangat prospektis, apalagi lokasinya di pusat kota. ”Soal harga sejak soft launching Juli 2013 yang semula harga Rp 400 juta kini sudah mengalami kenaikan dua kali, masing-masing 5 persen, sehingga harga saat ini paling murah Rp 500 juta,” tutur Chavids. (tya/smu/ce1)