TEMANGGUNG—Berpulangnya ulama besar KH Sahal Mahfudz, yang merupakan Rais ‘Aam PBNU, mengundang duka bagi kaum Nahdliyin di Kabupaten Temanggung. Untuk menghormati kepergiannya, sejumlah masjid di Kabupaten Temanggung menggelar secara khusus salat gaib. GP Ansor sebagai keluarga besar NU bahkan menginstruksikan wajib bagi anggotanya untuk melakukan ritus penghormatan jenazah dari jarak jauh tersebut.
“Kami sangat terpukul kehilangan sosok panutan yang luar biasa. Untuk menghormati kepergian beliau. Kami instruksikan agar semua anggota kami sifatnya wajib menggelar shalat ghaib. Juga untuk masjid dan musala, khususnya yang digunakan warga NU untuk menggelar salat gaib,” kata Ketua GP Ansor Temanggung, Yami Blumut.
Penghormatan terhadap pria yang juga pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dilakukan di Masjid Agung Darussalam Temanggung. Usai mengikuti salat jumat, jamaah diimbau untuk mengikuti salat gaib untuk mendoakan kepergian pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda, Pati ini.
Hal serupa juga dilakukan Jaringan GUSDURian dan PC PMII Kabupaten Temanggung, mereka melakukan penghormatan dengan menggelar doa bersama untuk mendoakan kepergian KH Sahal Mahfud yang selama ini menjadi panutan kaum nahdliyin. “Beliau adalah sosok ulama besar yang kami anut. Kami merasa sangat kehilangan,” kata Ketua PC PMII Temanggung, Rozakul Yazid. (zah/lis)