SALATIGA — Indonesia merupakan pasar yang besar bagi industri perbankan ASEAN. Sebab, karena populasinya terbanyak di ASEAN. Juga karena income per kapita dan share penduduk yang berpendapatan menengah ke atas, cenderung naik.
Maka, dunia perbankan harus peningkatan kualitas sumber daya manusia perbankan, melalui proses sertifikasi banker oleh lembaga independen serta pelaksanaan program edukasi konsumen
Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jateng-DIJ, Y. Santoso Wibowo dalam seminar strategi dan langkah-langkah sektor keuangan menyambut ASEAN Economic Community 2015 di Balairung UKSW, kemarin.
”Ada beberapa upaya peningkatan daya saing perbankan nasional yang dilakukan. Upaya tersebut adalah dengan penyusunan kebijakan dan ketentuan yang mengacu pada international core principles yang tetap memperhatikan kepentingan nasional dan menggunakan sistem pengawasan berdasarkan resiko. Langkah lainnya, dengan menjalin kerja sama internasional,” jelas Santoso di hadapan 600-an peserta seminar.
Pembicara lainnya, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW Hari Sunarto mengatakan, dalam waktu yang hanya sekitar satu tahun lagi, perlu diambil strategi dan langkah untuk meningkatkan daya saing.
”Langkah tersebut, dengan membentuk think thank atau tim untuk mempelajari tren, khususnya terkait peluang dan risiko, sekaligus mempersiapkan negosiasi dengan partner atau regulator.” (sas/isk/ce1)