WONOSOBO – Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) tahun 2013 di Kabupaten Wonosobo dinilai telah berhasil. Sedikitnya 76 desa yang tersebar di kota dingin itu, telah mendapatkan alokasi pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat tiap desa senilai Rp 250 juta. Sebagian hasil pembangunan swakelola itu, dinilai melampaui target.
“Ada sejumlah desa yang melampaui target. Hal ini karena warga desa ikut swadaya,”kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanti kemarin (23/1).
Nurudin mengatakan, sebanyak 76 desa yang menerima alokasi PPIP itu selama setahun dalam waktu berbeda terbagi dalam tiga tahapan. Untuk tahap awal, sebanyak 3 desa, kemudian pada bulan berikutnya sebanyak 34 desa dan menjelang akhir tahun pada perubahan anggaran sebanyak 39 desa.
“Dari hasil evaluasi kami, 76 desa itu proses swakelola berhasil. Bahkan sejumlah desa ada yang melampaui target,”katanya.
Melampaui target yang dimaksud adalah ketika pada perencanaan awal, misalnya desa mengajukan betonisasi sepanjang seribu meter, namun saat realisasi malah betonisasi bertambah beberapa meter. Sumber penambahan bangunan tanpa mempengaruhi perencanaan awal.
“Namun warga menambah anggaran dengan swadaya, sehingga kualitas pembangunan bagus dan bertambah,” ujarnya.
Sesuai dengan peraturan, kata Nurudin, dalam realisasi PPIP selain melibatkan fasilitator, saat perencanaan hingga pelaksanaan dilakukan oleh masyarakat langsung. Termasuk bantuan senilai Rp 259 juta dari pemerintah langsung diterima kelompok masyarakat.
“Sejak awal, oleh bupati sudah diwanti-wanti bahwa tiap desa penerima PPIP tidak boleh ada pihak yang boleh memotong dana ini,” tandasnya.
Melihat dari hasil ini, kata Nurudin, pada tahun 2014 ini, PPIP dilanjutkan, dengan awal tahun sebanyak 3 desa. Dia berharap dengan pada bulan berikutnya akan bertambah, sehingga jumlah desa yang menerima PPIP terus bertambah seperti tahun sebelumnya.
“Tahun lalu juga awal tahun cuma tiga desa, namun pada beberapa bulan berikutnya jumlahnya bertambah mencapai 76 desa,”katanya. (ali/lis)