MUNGKID– Ancaman bencana alam di musim penghujan masih mengintai di sejumlah wilayah di Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Magelang. Untuk mengatasi bencana, Polri dibantu TNI dan relawan disiagakan di sejumlah posko bencana.
“Kita ingin supaya seluruh jajaran bereaksi cepat manakala terjadi bencana. Sehingga bisa memberikan pertolongan,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono, kemarin.
Pihaknya sudah menyiapkan 536 personel. Mereka sudah dibekali penanganan bencana. “Ini juga sebagai bentuk usaha Polri memberikan pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” kata dia.
Seluruh anggota itu, katanya, juga dilengkapi peralatan SAR hingga evakuasi. Polres Magelang bahkan menyiapkan anjing pelacak khusus yang mampu mendeteksi jika ada korban tertimbun lahar maunpun tanah longsor.
“Magelang merupakan wilayah rawan bencana dan cuaca sekarang sangat ekstrem sehingga harus waspada. Jika bencana terjadi kita sudah siapkan 18 truk untuk evakuasi korban. Mobil dobel gardan di masing-masing polsek juga siap dikerahkan,” ujar dia.
Banjir yang melanda sejumlah daerah membuat Kabupaten Magelang meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar dari Gunung Merapi dan tanah longsor di sekitar lereng pegunungan Menoreh.
Pihaknya berharap seluruh satuannya tetap siaga bencana. Termasuk harus selalu stand by di posko bencana setiap hari. “Jika ada yang membolos atau lalai akan tugasnya kita tentu akan memberikan peringatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Joko Sudibyo mengatakan Magelang tak hanya terancam banjir lahar namun juga tanah longsor.
“Kami membentuk posko bencana bersama Polri, TNI, SAR dan komunitas relawan untuk antisipasi bencana. Posko ini siaga 24 jam dengan petugas gabungan,” kata Joko. (vie/lis)