TEMANGGUNG—Untuk membuat ruang terbuka hijau (RTH) Pemerintah Kabupaten Temanggung mendapatkan gelontoran dana senilai Rp 3,5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum. Bantuan tersebut akan disasarkan pembuatan RTH di kawasan Sungai Progo.
“Ruang terbuka hijau (RTH) tersebut akan dibangun di sekitar Jembatan Progo sebelum masuk kota Temanggung dari arah timur,” kata Direktur Perkotaan, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, Dadang Rukmana usai, menyampaikan paparan pembangunan RTH dan penataan Alun-Alun Temanggung di hadapan Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan anggota Komisi V DPR RI, Sudjadi.
Ia menyebutkan, program pembangunan RTH dilaksanakan di 137 kabupaten/kota di Indonesia. Namun, untuk penataan alun-alun untuk kategori kota kecil dan sedang, baru akan dimulai di Temanggung.
“Dana untuk penataan Alun-Alun Temanggung, masih akan dihitung. Semula baru akan dianggarkan tahun 2015, namun karena luasannya tidak begitu besar maka bisa dimulai tahun ini dan nanti berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan ada lima kategori kota, yakni kota kecil, sedang, besar, metropolitan, dan megapolitan. Temanggung termasuk kota kecil dan sedang. “Kami ingin memiliki contoh bagaimana menata kota kecil atau sedang dari sisi penataan RTH dan dari sisi kota pusaka. Hal ini sebagai langkah awal untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan, yakni kota yang lingkungannya terjaga, sosial budaya masyarakatnya berkembang dan dipertahankan, serta ekonominya meningkat,” katanya.
Menurut dia, dengan kondisi tersebut generasi yang akan datang bisa menikmati minimal sama dengan yang ada sekarang, sekaligus bisa menyediakan ruang yang lebih baik. “Oleh karena itu program kota pusaka dan kota hijau ini dimulai. Ke depan dikembangkan bangunan hijau dengan konsep mematuhi kelestarian lingkungan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui hal tersebut kami ingin menata Temanggung sehingga kami punya contoh cara menata kota skala kecil atau sedang di Indonesia,” katanya.
Ia menuturkan, jika ditata dengan baik maka manfaatnya untuk masyarakat setempat agar tidak pergi ke kota besar yang membuat beban di kota besar. “Jadi tidak sekadar menata kota kecil, tetapi menata Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Bupati Bambang Sukarno mengatakan, untuk membangun RTH di sekitar Jambatan Progo tersebut Pemkab Temanggung akan memindahkan pasar hewan yang berada di lokasi tersebut. Ia mengatakan, selain bantuan pembangunan RTH, Temanggung juga mendapat bantuan restorasi Sungai Progo di sekitar pembangunan RTH dari Balai Besar Sungai. (zah/lis)