BANYUMANIK — Sebanyak 650 personel gabungan Polda Jateng siap berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan bencana di Jawa Tengah. Sejumlah personel sudah diterjunkan ke sejumlah wilayah Jateng yang mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Seperti di wilayah hukum eks Polwil Pati, Pekalongan, Banyumas, Surakarta, Kedu.
Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan menimbulkan sejumlah bencana banjir dan tanah longsor. Di jalur pantura Jateng bahkan nyaris lumpuh akibat genangan air lebih dari 1 meter. Untuk itu, anggota Polri sudah dipersiapkan agar siaga dan siap dalam membantu menjadi relawan siaga bencana.
”Ada 650 personel gabungan Polda Jateng yang disiapkan untuk siaga bencana. Sebagian sudah dikirim ke lokasi bencana yang melanda sejumlah wilayah Jateng,” katanya usai apel gelar pasukan dan perlengkapan SAR dalam rangka tanggap darurat bencana alam di Mako Brimob Srondol, Rabu (22/1).
Jenderal bintang dua ini menambahkan, setiap personel yang tergabung dalam pasukan siaga bencana harus siap ditempatkan di mana saja. Mereka dituntut untuk terus memantau sejumlah wilayah yang rawan bencana. ”Semua sudah siap, sebisa mungkin harus bisa mendeteksi sebelum bencana meluas. Ini untuk meminimalisir jumlah korban dan kerugian akibat bencana alam yang mengancam masyarakat Jawa Tengah,” imbuhnya.
Pasukan ini dilengkapi dengan berbagai perlengkapan sigap bencana. Mulai dari mobil ambulans, mobil SAR, dapur umum, perahu karet, perahu mesin, alat selam, gergaji, satu set alat hidrolik, serta sejumlah peralatan lain. Berbagai perlengkapan bisa digunakan anggota ketika terjun di lokasi bencana. (fth/ton/ce1)