Penceramah Dilarang Menghasut

60

WONOSOBO – Penceramah atau mubalik diminta untuk tidak menyampaikan materi dakwah yag bernada provokatif, menghasut massa. Hal itu ditekankan Sinta Nuriyah istri Presiden RI ke-4 (alm) Abdurahman Wahid atau Gus Dur ketika menghadiri khaul dan peresmian perpustakaan Gus Dur di Desa Siwatu, Wonosobo Selasa (21/1) malam. Karena hal itu bisa berdampak negatif terhadap keharmonisan hubungan masyarakat.
“Mubalig atau penceramah agama, jangan menciptakan perseteruan di antara sesama. Hal itu sama sekali tidak boleh,”kata Sinta Nuriyah.
Sinta mengatakan, tugas pendakwah atau penceramah agama, mestinya mengajak masyarakat untuk bertindakan kepada kebajikan, dengan tetap mendasarkan kepada persatuan umat.
“Sebagai mubalig harus mengajak umatnya melakukan kebajikan, serta memperkokoh persatuan umat. Mubalig Islam mengajarkan bertindak kebajikan, bukan malah menciptakan permusuhan atau ketidakharmonisan,” tandasnya.
Sinta mencontohkan, ajaran agama Islam universal. Meskipun seorang muslim misalnya tidak berada di Indonesia, saat berada di negara lain juga harus menanamkan kebajikan dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Sekalipun tidak tinggal di Indonesia, harus ajarkan ajaran agama yang membawa pada pendekatan diri kepada tuhan,” paparnya.
Dengan kejadian itu, kata Sinta, tiap penceramah muslim harus menekankan kepada ajaran Islam dan iman. Sehingga umat yang mendapatkan ilmu dari penceramah, mampu meningkatkan kualitas keislaman dan keimanannya.
“Sehingga menjadi muslim dan mukmin yang baik,” imbuhnya.
Dalam acara itu, selain khaul dan peresmian perpustakaan Gus Dur, juga digelar testimoni dan doa bersama oleh perwakilan tokoh agama berasal dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu serta aliran kepercayaan. (ali/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here