UNGARAN- Bupati Semarang Mundjirin mengingatkan mahasiswa yang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Semarang agar tidak ikut-ikutan melakukan kegiatan politik. Sebab di tahun politik ini, menurut Bupati, banyak politikus yang “berjualan” program politik ke desa-desa.
“Tugas para mahasiswa adalah belajar dan bekerja langsung bersama masyarakat desa di lokasi KKN. Jadi jangan pernah ikut dan tersangkut kegiatan politik pihak-pihak tertentu,” pesan Mundjirin saat menerima 52 mahasiswa peserta KKN dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Veteran Semarang di pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang Jalan Ahmad Yani Ungaran, Rabu (22/1) pagi.
Bupati meminta agar para mahasiswa dapat ikut serta memberdayakan ekonomi warga kurang mampu di lokasi KKN. Utamanya dalam meningkatkan pendapatan warga, sehingga dapat membantu Pemkab Semarang mengurangi jumlah warga kurang mampu.
Sementara itu Wakil Rektor III IKIP Veteran Semarang Triyanto menjelaskan, ada 52 mahasiswa KKN tematik Posdaya berasal dari dua jurusan, yakni 46 orang dari jurusan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan 6 orang jurusan bimbingan dan konseling. Mahasiswa KKN tersebut akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan keluarga selama 45 hari di dua lokasi yakni Kelurahan Bergas Lor dan Karangjati Kecamatan Bergas.
“Sejak tahun 2012 kami telah melaksanakan KKN tematik dan bukan KKN fisik. Selain bidang pendidikan, para mahasiswa KKN juga menggarap pemberdayaan warga di bidang ekonomi, kesehatan dan pembenahan mutu lingkungan hidup,” ungkapnya. (tyo/ton)