Jalan Rusak di Mana-Mana

124

BALAI KOTA — Sejumlah ruas jalan di Kota Semarang mengalami kerusakan parah karena terendam banjir.
Dampaknya, membahayakan para pengguna jalan. Terkait hal itu, Dinas Bina Marga Kota Semarang menerjunkan tim. Tugasnya, memantau dan menambal jalan berlubang.
”Ya, pascabanjir, banyak jalan rusak, berlubang. Langkah yang kita lakukan, membentuk tim untuk melakukan pemantauan dan penambalan jalan-jalan yang berlubang,” tutur Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminnudin, kemarin (22/1).
Dijelaskan, ada dua tim yang diturunkan. Yakni, tim pemantau dan tim penambal. Ada 8 grup yang diterjunkan, terdiri atas 6 UPTD dan dua grup dari bidang perbaikan jalan.
Anggaran penambalan jalan, diambil dari dana swakelola Rp 200 juta. ”Anggaran itu khusus untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak akibat banjir. Memang anggarannya tidak begitu besar, sehingga kita gunakan skala prioritas. Utamanya, ruas jalan di perkotaan yang padat lalu lintas, karena dapat membahayakan pengendara.”
Menurut Iswar, ruas jalan terparah mengalami kerusakan, ada di wilayah Genuk dan Gayamsari. Juga daerah yang tergenang banjir lainnya. ”Sampai saat ini, data pasti ruas jalan yang mengalami kerusakan, saya belum bisa memastikan. Untuk sementara persentasenya 20-30 persen.”
Penanganan permanen, baru akan dilakukan setelah musim hujan. Setidaknya, pada 2014 ini, Dinas Bina Marga sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan-jalan rusak secara permanen.
Anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan Rp 153 miliar, sedangkan pemeliharaan jalan dan jembatan Rp 44 miliar. Peningkatan jalan dan jembatan wilayah pengembangan ada 29 kegiatan, dengan anggaran sebesar Rp 82,7 miliar. Di antaranya peningkatan jalan Rowosari Rp 7 miliar, peningkatan jalan Sumberejo-Rowosari (kampung Batik) Rp 500 juta, peningkatan Jalan R Soekanto Rp 4,5 miliar, dan peningkatan Jalan Kudu-Nangeng tahap II Rp 3 miliar.
Juga, peningkatan Jalan Jamus-Kyai Morang tahap II Rp 4,3 miliar, peningkatan Jalan Gebanganom Rp 7 miliar, dan peningkatan jalan Podorejo Rp 3,7 miliar, dan peningkatan Jalan dan jembatan Bringin Raya Rp 2,6 miliar.
Proyek lainnya, peningkatan jembatan Mpu Sendok tahap II Rp 2,1 miliar dan peningkatan jembatan Amposari Rp 5 miliar. ”Saat ini sudah ada beberapa kegiatan yang masuk lelang.”
Plt Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto berharap Dinas Bina Marga tidak menunda-nunda lagi pengerjaan. ”Kalau waktunya mepet, nanti tidak selesai lagi. Kualitas jalan juga harus diperhatikan, jangan sampai hanya mengejar target tapi kualitas dinomorduakan.” (zal/isk/ce1)