Harus Puas Satu Perunggu

143

SEMARANG – Atlet anggar Jateng memberikan kontribusi satu medali perunggu pada kontingen Indonesia pada Kejuaraan Anggar ‘East Asia Fencing Federation Championship’ yang digelar 17 Januari hingga 30 Januari di Putrajaya, Malaysia.
Medali perunggu yang menjadi satu-satunya medali untuk timnas Merah Putih itu diberikan oleh Iqbal Tawakal, Dimas Akbar Pamungkas dan Ryan Pratama yang turun di nomor degen beregu putra.
“Sebenarnya kami berharap anak-anak bisa menyumbangkan dua emas. Sayang, rivalitas yang sangat keras, membuat atlet kami dan atlet Indonesia lainnya berguguran di babak penyisihan. Kami hanya bisa meraih perunggu setelah di semi final kalah dari Vietnam,” kata Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jateng, Kukuh Birowo.
Diakui Kukuh, even tersebut ternyata bersifat terbuka. Dengan demikian berbagai negara, tidak hanya Asia Tenggara dan Asia Timur, hampir negara di benua Asia ikut tampil. “Tidak hanya Cina, Jepang, atlet Pakistan dan India pun ada,” kata Kukuh.
Tapi paling tidak, misi timnya untuk mencari gambaran pelatih asing dari even tersebut sudah membuahkan hasil. Pihaknya sudah melobi dua pelatih asing berkewarganegaraan Rusia dan Thailand. Pelatih Rusia kini masih menangani tim Singapura. “Jika menggunakan kedua pelatih tersebut, kami harus menyiapkan dana untuk menggaji per orangnya 2.000-3.000 dolar Singapura/bulan dan menyiapkan mes yang layak buat mereka,” lanjut Kukuh.
Jika nantinya ada kesepakatan, kata Kukuh, pihakya akan memakai jasa mereka mulai Juni 2014. Dia menilai, keberadaan pelatih asing adalah jawaban untuk meningkatkan daya saing atlet-atlet Jateng di kancah nasional dan internasional. Dikatakan Kukuh, jika nantinya pelatih asing tak mampu mengangkat prestasi atletnya, bisa diberhentikan. “Yang jelas, kami belajar banyak dari hasil PON lalu. Kami introspeksi untuk lebih menyusun program yang tepat sasaran. Kami ingin anak-anak sangat siap di PON 2016 kelak. Adanya pelatih asing menurut kami adalah solusi meningkatkan prestasi anggar Jateng,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng itu. (bas/smu)