Ditangkap, Coba Gantung Diri

121

GAYAMSARI — Ada saja ulah penjahat satu ini. Saat akan disergap polisi, ia mencoba gantung diri dengan kabel listrik. Namun usahanya gagal, karena kabel yang dipakai gantung diri putus. Alhasil, penjahat yang diketahui bernama Joko Setiyo alias Joko Saat, 38, itu pun berhasil dibekuk aparat Reskrim Polsek Gayamsari.
Aksi percobaan bunuh diri itu dilakukan tersangka di rumah kontrakannya di Jalan Blancir Gang VIII, Pedurungan Kidul, Pedurungan, Rabu (22/1) pagi. Tersangka perampasan asal Lampung itu sendiri sudah menjadi buron polisi sejak 2012. Sebelum ditangkap, ia sempat kabur ke Jambi selama setahun lebih.
Kapolsek Gayamsari Kompol Juara Silalahi mengatakan, tersangka masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 17 Mei 2012 lalu. Dengan dua rekannya, Kresna Bayu alias Bebek (sudah ditangkap, Red) dan Benyek (DPO) ketiganya melakukan perampasan terhadap pasangan yang sedang berpacaran di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
”Ketiganya ini merupakan komplotan yang sadis, karena tidak segan membacok korbannya. Terakhir, saat beraksi sempat memperkosa korban,” katanya kepada Radar Semarang.
Usai beraksi, Bebek langsung berhasil ditangkap, sedangkan Joko Saat kabur ke Jambi. Setelah setahun lebih, akhirnya petugas mendapatkan kabar jika Joko kembali ke Semarang. ”Setelah dilakukan pengintaian, tersangka kami bekuk di rumah kontrakannya,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Gayamsari AKP Suharto menambahkan, saat digerebek, tersangka sempat mencoba gantung diri dengan kabel. Beruntung, kabel putus dan akhirnya tersangka terjatuh. ”Sempat nyaris bunuh diri saat kami gerebek,” katanya.
Tersangka Joko mengaku nekat hendak bunuh diri karena malu, dan tidak ingin dipenjara. Sehingga begitu tahu kedatangan polisi, ia lantas berlari ke atap dengan membawa kabel. ”Rencananya hendak bunuh diri, tapi malah kabelnya putus. Saya langsung jatuh dari ketinggian 3 meter,” akunya.
Saat terjatuh itulah, Joko langsung dibekuk petugas. Saat ditangkap, ia hanya bisa menangis, apalagi di depan istri dan anaknya. ”Baru tiga hari pulang dari Jambi, langsung ditangkap,” katanya
Joko mengaku, saat melakukan perampasan mendapatkan dua handphone. Barang itu lantas dijual dan hasilnya untuk membeli minuman keras (miras). ”Saya baru sekali merampas, tidak benar jika korban saya perkosa,” bantahnya.
Usai beraksi, Joko langsung kabur ke Jambi. Dua hari di sana, ia mendapatkan kabar jika Bebek sudah dibekuk. ”Saya kerja serabutan sebagai kuli bangunan. Ya cuma cukup untuk hidup sendiri,” akunya.
Ia mengaku kembali ke Semarang, karena sang istri memintanya pulang. Karena tidak tega, dan sudah lama tidak bertemu, akhirnya saya pulang ke kontrakan di Pedurungan.
”Istri mengeluh kontrakan habis dan tidak ada uang. Makanya saya pulang, tidak tahunya malah ditangkap,” katanya. (fth/aro/ce1)