TEMANGGUNG—Mengantisipasi adanya kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, Pemkab Temanggung masih memiliki jatah penambahan kuota hingga 100 persen yang akan didistribusikan pada akhir bulan ini. Penambahan tersebut menyusul bertambahnya jumlah pengguna elpiji melon ini di Kabupaten Temanggung.
“Kenaikan kuota 100 persen dijatah untuk bulan Januari. Adapun untuk distribusinya dibagi dalam tiga hari. Yang dua kali sudah kami distribusikan pada 2 dan 13 Januari. Sedangkan untuk yang terakhir akan didistribusikan pada 29 Januari,” kata Tim Pemantau Minyak dan Gas Kabupaten Temanggung, Arif Mujiyono.
Ia mengatakan, pada dasarnya ketersediaan elpiji di daerah penghasil tembakau ini mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Kuota harian yang didistribusikan saat ini sebanyak 14.620 tabung per hari. Penambahan fakultatif yang diajukan menjadi kuota meningkat sebanyak 43.860 tabung per hari. “Kami masih mengajukan juga untuk penambahan kuota harian tetap menjadi 15.020 tabung per hari,” terangnya.
Sementara itu, dari pantauan tim yang dilakukan di lapangan menunjukkan, ketersediaan elpiji di Kabupaten Temanggung masih aman. Kelangkaan yang sempat terjadi bersifat sementara lantaran terjadi kenaikan pelanggan sebagai dampak dari kenaikan harga elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram. “Sekarang semua sudah kembali normal,” katanya.
Terkait dengan laporan adanya harga eceran yang menembus Rp 19 ribu per tabung, pihaknya mengaku tidak dapat mengontrol jauh. Sebab, regulasi yang ada hanya mengatur batasan harga eceran tertinggi (HET) di tingkat agen ke pangkalan. Sedangkan ke bawahnya tidak diatur. “Itu akan kembali ke hukum pasar, demand and supply,” terangnya.
Ia mengatakan, saat ini pemkab juga telah memperluas area distribusi tabung elpiji bersubsidi melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Seluruh SPBU yang ada telah menyediakan elpiji bersubsidi agar jangkauan akses lebih luas. “Kecuali SPBU Candiroto karena secara geografis jauh dari perkampungan dan kebutuhan di sana sudah dicukupi pengecer dan pangkalan,” tandasnya. (zah/lis)