MUNGKID– Kasus avian influenza (AI) atau flu burung kembali menebar ancaman di sejumlah daerah. Sebagai langkah antisipasi, Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang mulai waspada dan menyiapkan ribuan liter vaksin.
“Kita tingkatkan pengawasan di sejumlah pasar unggas, lokasi peternakan dan tempat-tempat penyembelihan. Tak hanya itu, kami juga meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan terutama unggas yang masuk maupun keluar wilayah ini,” kata Kepala Dinas Peterikan H Tri Agung Sucahyo, kemarin.
Namun dia menegaskan sampai hari ini di wilayahnya belum ditemukan laporan terkait kasus AI tersebut. Bahkan pascaerupsi Merapi 2010 lalu, kasus AI di wilayahnya menurun tajam. Hanya saja, pihaknya tetap waspada. Apalagi, musim hujan masih berlangsung.
“Pada prinsipnya, untuk kasus AI ini, kami tidak boleh lengah. Karena itu, langkah antisipasi terus kami lakukan. Di sisi lain, kami juga minta para pemilik unggas baik lingkup kecil maupun besar, untuk juga melakukan hal yang sama,” pintanya.
Di sisi lain, Dinas Peterikan juga terus memantau penyakit hewan menular (PHM) strategis lainnya. Sebagai antisipasi, pihaknya meningkatkan monitoring tidak hanya di lokasi-lokasi peternakan, tapi juga ke sejumlah pasar hewan di wilayah ini dan daerah-daerah perbatasan.
“Untuk saat ini, PHM strategis belum ditemukan di Kabupaten Magelang. Namun kita tetap harus waspada. Karena itu, monitoring terus kami lakukan,” tegasnya.
Beberapa penyakit tersebut adalah brucellosis, antraks, jembrana, bovine viral diarhea, haemorrhagic septicaemia, dan infectious bovine rhinotracheitis.
“Beruntung, di wilayah ini tidak ditemukan keenam penyakit itu. Sejauh ini, hanya flu burung yang pernah ditemukan di wilayah ini sekitar tahun 2009 lalu. Namun hingga saat ini, belum ditemukan lagi. Hanya saja, kami tetap waspada dan terus melakukan pencegahan agar tidak ditemukan lagi,” terangnya.
Sebagai bentuk antisipasi, tambah dia, diantaranya dengan menyediakan ribuan vaksin flu burung (AI). Pihaknya saat ini juga telah memiliki ratusan liter desinfektan yang siap diberikan kepada peternak. (vie/lis)