Perampok Rumah Dosen Ditangkap

147

SALATIGA—Satu dari tiga pelaku perampokan disertai penyekapan di rumah dosen STAIN kemarin ditangkap. Sedangkan otak perampokan masih buron. Satu lagi pelaku, kabur saat hendak diringkus di rumahnya.
Pelaku yang ditangkap adalah Sunarso alias Jugil, 37, warga Desa
Deras, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Sedangkan gembong perampokan bernama Edi. Pelaku lainnya yang juga belum tertangkap adalah Damuri. Dua pelaku masih diburu petugas Polres Salatiga. Keduanya sudah dinyatakan buron.
Seperti diketahui, ketiganya merampok harta benda di rumah dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, Faqih, di RT 02 RW 04 Kelurahan Pulutan, Kota Salatiga, awal Desember 2013 silam. Perampok menyekap pembantu rumah tangga korban dan membawa kabur harta korban.
Di hadapan Kapolres Salatiga, Sunarso mengaku awalnya hanya diajak oleh pelaku Edi untuk ngamar di lokalisasi Sarirejo. “Saya pagi hari itu diajak Damuri dan Edi untuk ke Sarirejo. Saya lantas boncengan motor dengan Damuri dan bertemu Edi di jembatan Kedungjati,” terang Sunarso.
Damuri dan Sunarso lantas naik mobil Edi, Avanza keliling Salatiga. “Saya sempat bertanya, karena arahnya berbeda dan disuruh diam. Saya takut dengan mereka,” jelas pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani.
Hingga akhirnya, mereka mendapati rumah sasaran di Pulutan. Edi sempat turun dan bertemu dengan pembantu korban. Mereka pura-pura menanyakan tanah yang akan dijual di depan rumah korban.
Selang beberapa saat, mereka pergi sebelum akhirnya pulang lagi dan beraksi.
Kedatangan kali kedua, sudah direncanakan. Edi dan Damuri pura – pura menanyakan sesuatu. Sedangkan Sunarso mengikuti pembantu dari belakang dan membekap mulutnya.
“Setelah itu, saya bawa (pembantu korban) ke kamar mandi. Edi dan Damuri yang mengikat tangan pembantu itu.”
Usai merampok, mereka pulang ke Kedungjati Grobogan. Ia dan Damuri diturunkan di Kedungjati, sementara Edi berangkat ke Jakarta. “Saya diberi uang Rp 150 ribu, ditambah sebuah handphone,” tutur tersangka.
Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, selama sebulan, anggotanya melacak dan menyelidiki kasus tersebut. Juga melihat rekaman CCTV. Setelah semuanya jelas, tim bergerak menangkap pelaku di Grobogan. (sas/isk)