BARUSARI – P elaku penipuan kian pandai dalam melancarkan aksi kejahatannya. Mereka seakan sudah mengetahui data lengkap calon korbannya.
Seperti yang dialami Henny Wijayanti, 50, warga Panjangan Semarang Barat. Ia mengaku tertipu Rp 4,5 juta oleh seorang lelaki yang mengaku bernama Yanto. Modusnya dengan menelepon dan mengirim pesan pendek untuk membayar angsuran kredit mobil di Adira Finance.
Henny mengaku penipuan itu bermula ketika sang suami, Ediyono, 55 mendapatkan SMS dari seseorang mengaku bernama Yanto, Senin (20/1). Isi SMS itu mengabarkan jika pembayaran truk di Adira sudah jatuh tempo. ”Kebetulan, saya memang ambil truk lewat Adira, saat ini sudah masuk bulan 23. Truk itu untuk muatan pasir,” akunya.
Tanpa pikir panjang, Henny membalas SMS itu dan mengatakan akan segera membayar. Tidak lama kemudian, ponselnya terus berdering dan terus menanyakan kapan pembayaran. ”Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya ia mencari uang pembayaran sebesar Rp 4,5 juta,” imbuhnya.
Begitu uang terkumpul, Henny menghubungi sang penelepon dan bertanya proses pembayaran. Ia disarankan untuk mentransfer uang pada nomor rekening Bank Mandiri 1630000908965 atas nama Yuliani Feriani dengan dalih sudah tutup buku. ”Sebenarnya sudah curiga, karena biasanya 22 kali selalu membayar di kantor Adira Karangayu. Tapi tidak tahu kenapa kemarin justru mentransfer lewat (ATM) Mandiri Bulu,” tambahnya.
Usai mentransfer, ia masih berkomunikasi dengan Yanto lewat SMS. Bahkan ia sempat ditawari jika membayar 2 bulan akan mendapatkan gratis 1 bulan. ”Saat itu sempat bertambah curiga, apalagi sempat bertanya jumlah uang angsuran. Tapi saya tepis jauh-jauh,” tambahnya.
Selasa (21/1) Henny kaget ketika mendapatkan SMS dari Adira dan menanyakan pembayaran angsuran truk. Saat dijelaskan sudah dibayar lewat transfer, pihak Adira justru kaget. Setelah ditelusuri ternyata tidak ada karyawan Adira yang bernama Yanto atau Yuliani.
”Baru sadar tertipu, padahal uang sudah ditransfer. Spontan saya langsung shock,” ucapnya. Dengan muka penuh kesedihan, Henny akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi. Kasus penipuan ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polrestabes Semarang. (fth/ton/ce1)