Diduga Karena Kesalahan Teknis

165

Bangunan Baru Sudah Rusak
UNGARAN-Kerusakan lantai dan talut bangunan Pasar Projo Ambarawa tahap I, diduga kuat karena adanya kesalahan teknis dalam proses pembangunan.
Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Semarang menyayangkan kerusakan bangunan yang baru selesai pada Desember 2013 lalu tersebut. Terkait hal itu, kalangan dewan meminta ada evaluasi
Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengklaim, pihaknya memantau pembangunan dan proses perbaikan yang dilakukan mulai Selasa (21/1) lalu.
Said meminta Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek pembangunan Pasar Projo Ambarawa untuk kualitas pemeliharaan. Sehingga tidak terjadi kerusakan susulan yang berdampak pada hasil pembangunan tahap II.
“Kami sangat menyayangkan kerusakan itu bisa terjadi. Sebab, proyek itu anggarannya besar dan diharapkan pekerjaannya baik. Tapi, faktanya, tidak sesuai harapan. Kerusakan lumayan parah. Utamanya, talut sisi barat yang putus dan sudah beberapa kali ditambal, tapi tetap saja retak,” kata Said. Ia meminta dinas terkait mengawasi proyek tersebut secara ketat.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mas’ud Ridwan juga meminta kerusakan dilakukan evaluasi, sehingga bisa diketahui penyebabnya. Jika nanti ditemukan adanya unsur kesengajaan karena spesifikasinya tidak sesuai, maka pelaksana proyek– yakni PT Merdeka Suryatama dan PT Rekaisti Utama—bisa dijatuhi sanksi.
“Kami belum melihat spesifikasinya apakah menyalahi atau tidak. Semestinya konsultan pengawas bisa menegur atau mengingatkan ketika ada kesalahan pekerjaan. Konsultan pengawas harus melihat yang terjadi di Pasar Projo; apakah sudah sesuai atau memang ada kesalahan dari para pemborong,” kata Mas’ud.
Menurut Mas’ud, jika semua terjadi karena kesengajaan dari pihak pemborong, pihaknya menyayangkan. Tapi jika terjadi karena bencana atau kecelakaan, maka bisa dimaklumi.
“Karena itu, kami minta ini dievaluasi. Konsultan pengawas harus menyampaikan penyebabnya apa. Sehingga akan tahu ini disengaja (mengurangi spesifikasi) atau karena kecelakaan.”
Mas’ud meminta kualitas bangunan untuk perbaikan kerusakan, harus diutamakan. “Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi jangan hanya asal menutup lantai yang ambles atau menambal talut yang retak.” (tyo/isk)