Tewas Dicekik Dukun Pengganda Uang

137

DEMAK–Kasus pembunuhan kembali terjadi di Demak. Kali ini menimpa Mashudi Santoso, 50, warga Desa Menur, Kecamatan Mranggen, Demak. Pelakunya, orang yang baru dikenal korban dua bulan sebelumnya, dan mengaku sebagai dukun pengganda uang. Korban ditemukan tewas di seberang saluran di desanya dengan kondisi leher bekas dicekik dengan posisi separo tubuhnya terendam air. Hingga kini petugas Polsek Mranggen masih terus memburu pelaku yang juga membawa kabur uang milik korban.
Kapolres Demak AKBP R Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Sutomo menjelaskan, kejadian berawal saat korban dan temannya, Jasuli dan Samsudin, berkenalan dengan pelaku pada Desember 2013 lalu. Dari perkenalan tersebut, pelaku yang mengaku bernama Heru, warga Purwodadi mengaku bisa menggandakan uang. Di mana uang sebesar Rp 20 juta bisa disulap menjadi Rp 500 juta hingga Rp 750 juta. Hal ini membuat korban dan teman-temannya tertarik. Hingga pada siang kemarin, mereka janjian untuk bertemu di rumah korban.
Saat itu, korban dan teman-temannya sudah menyiapkan uang sebesar Rp 20 juta yang kemudian diserahkan kepada pelaku untuk digandakan. Begitu menerima uang milik korban, pelaku langsung menyimpannya di dalam ruang khusus yang memang dimintanya kepada korban.
“Uangnya disimpan di dalam ruang khusus, dan pura-pura tengah dibacakan mantra oleh pelaku, sedangkan korban dan teman-temannya yang lain berada di luar,” jelas Sutomo.
Sekitar pukul 11.30, pelaku keluar dari ruangan dan mengajak korban untuk melakukan ritual keliling kampung bersamanya. Sementara itu, dua teman korban disuruh untuk menunggu di rumah sembari bersalawatan hingga mereka pulang.
Waktu terus berlalu, hingga dua jam lebih kedua teman korban melakukan salawat menunggu kedatangan korban dan pelaku. Namun bukannya kedatangan korban yang sampai kepada mereka, melainkan kabar buruk mengenai kematian Mashudi Santoso.
Keduanya pun bergegas menuju ke lokasi kejadian sembari mengecek ruangan tempat penyimpanan uang. Saat diperiksa, ternyata uang mereka sudah tidak ada lagi. Kejadian itu langsung dilaporkan kepada aparat Polsek Mranggen. Begitu menerima laporan, polisi merapat ke lokasi kejadian.
“Tidak ada yang tahu kejadian sebenarnya, karena korban ditemukan sudah dalam keadaan tewas oleh warga sekitar dengan kondisi bekas luka cekik di bagian leher,” terang Sutomo. (adi/aro)