SLB Demak Minta Dinegerikan

171

DEMAK- Sekolah Luar Biasa (SLB) di bawah naungan Yayasan Pendidikan Luar Biasa (Yaspenlub) Demak mendesak Pemkab setempat untuk segera memberikan status negeri pada lembaga pendidikan tersebut. Ini diperlukan karena di Demak belum ada SLB yang berstatus negeri. Hingga sekarang, di Jateng, masih ada tiga kabupaten dan kota yang belum memilki SLB negeri, termasuk di Demak.
Kepala SLB B, Ruslan menegaskan, pihak Yaspenlub sudah siap jika SLB yang membawahi TK hingga SMA ini dinegerikan. “Kita sudah siap menjadi negeri,”ungkap Ruslan di sela sosialisasi penyusunan rencana induk pengembangan sekolah yang berlangsung di SLB, Kampung Krapyak, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota, kemarin (20/1).
Menurutnya, SLB B yang dipimpinnya memiliki 67 siswa. Sedangkan, SLB C yang dipimpin M Ridwan jumlah siswanya lebih dari itu. SLB merupakan tempat pendidikan anak berkebutuhan khusus tuna rungu dan tuna grahita yang perlu perhatian lebih dari pemkab. “Terus terang, kita juga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten. Sejauh ini, bantuan hanya dari provinsi dan pusat. Itupun hanya untuk operasional, beasiswa dan dana BOS. Selama ini, pihak pemerintah kabupaten merasa SLB ini tanggung jawab provinsi. Padahal, tidak begitu,” katanya.
Terkait status negeri bagi SLB ini juga penting dilakukan. Sebab, guru yang mengajar di SLB B dan berstatus PNS hanya 6 orang, ditambah 8 guru wiyata bhakti. Padahal, ada 16 rombongan belajar (rombel). Sedangkan, untuk SLB C hanya ada 12 guru PNS dan 4 wiyata bhakti.
Sekretaris Yaspenlub, Kurnain mengatakan, untuk status negeri itu, Pemkab juga perlu membantu menyediakan lahan setidaknya 5 ribu meter persegi. “Ini untuk pengembangan sekolah. Kita berharap, pemkab bisa berperan aktif membantu,” katanya. (hib/ton)