Simpan 17 Motor, Dua Penadah Dibekuk

118

BARUSARI — Dua penadah hasil pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil dibekuk Unit Resmob Polrestabes Semarang. Adalah M. Khoirun, 29, warga Sukolilo, Pati serta Mustakhim, 21, warga Kampung Papasan RT 3 RW 3, Sukolilo, Kabupaten Pati.
Kedua tersangka ditangkap di rumah masing-masing, Senin (20/1) dini hari. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa 17 sepeda motor hasil curian yang disembunyikan di rumah masing-masing. Sebagian sudah dalam kondisi pretelan dan sulit dikenali.
Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan bahwa dua tersangka dibekuk berkat pengembangan dari tersangka utama yang sudah berhasil dibekuk yakni Aziz alias Landak pada Desember 2013 lalu. Kedua tersangka merupakan penadah yang sudah menjadi target operasi. ”Keduanya sudah lama menjadi penadah di daerah Pati,” katanya.
Motor hasil curanmor itu, imbuh Djihartono, dijual meluas di daerah Pati dengan harga murah. Untuk mengelabuhi petugas, tersangka mempreteli sepeda motor itu. Biasanya barang, digunakan untuk transportasi petani di Pati. ”Motor itu diambil dari Semarang. Saat ini, kami masih mengembangkan tersangka lain yang juga penadah,” tambahnya.
Tersangka Khoirun, mengaku motor yang disimpan merupakan milik kakaknya yang bernama Kusnadi dan tetangganya Ali Anwar. Ia hanya berperan sebagai peluncur yang mengantarkan motor dari rumah kepada calon pembeli di sejumlah daerah Pati. ”Saya hanya bertugas mengantarkan barang saja. Baru enam kali,” akunya.
Guru Penjaskes di SMP ini menambahkan, motor hasil curanmor itu dijual bervariasi antara Rp 1,2 sampai Rp 2,2 juta. Motor biasanya sudah ada yang mengirim dari Semarang ke rumah. Begitu dapat, baru dikirim ke sejumlah pembeli yang menanti. ”Baru enam bulan ikut menjual. Soalnya gaji mengajar hanya Rp 75 ribu per bulan,” tambahnya.
Untuk sekali antar, ia mengaku mendapatkan uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Impitan ekonomi dan penghasilan yang minim membuat sarjana pendidikan ini banting setir menjadi peluncur motor hasil curanmor. ”Untuk biaya hidup dan beli susu anak,” tambahnya. (fth/ida/ce1)