Longsor, 8 Rumah Rusak Berat

128

KAJEN – Lantaran curah hujan yang tinggi selama seminggu terakhir, longsor terjadi pada tebing pada dua desa, yakni Desa Garungwiyoro dan Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Senin (20/1) pagi. Tebing setinggi 30 meter dan lebar 40 meter menimpa rumah warga, hingga rusak berat.
Sulitnya akses jalan menuju kedua desa tersebut, menyebabkan bantuan yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan sedikit tersendat. Bahkan alat berat yang sudah disiapkan Pemda kesulitan menjangkau lokasi.
Meski tidak ada korban jiwa, namun 8 rumah warga rusak berat dan tidak bisa ditempati. Rumah warga yang rusak akibat longsor milik Tahyoni, 52, Taryat, 61 dan Amsori yang terletak di Dukuh Langkap RT 08 RW 04, Desa Luragung. Longsor juga menimpa rumah
Longsor juga terjadi, di dua Dukuh Garungkidul dan Dukuh Wiyoro, Desa Garungwiyoro, dan mengakibatkan 5 rumah rusak, yakni rumah Rahmadi, 45 dan Kartubi, 49, di Dukuh Garungkidul serta rumah milik Tomo,72, Sahroni, 38, dan Surono, 38, di Dukuh Wiyoro retak-retak karena tanahnya ambles.
Taryat mengungkapkan, tanda-tanda tebing akan runtuh sudah diketahui warga sejak Sabtu (18/1) lalu. Sejak seminggu terakhir, tebing dengan ketinggian 30 meter tersebut sudah sering longsor, namun tidak sebesar Senin (20/1) pagi. ”Warga sudah pindah terlebih dahulu, karena sudah tahu kalau longsor pada tebing di atas akan terjadi,” ungkap Taryat, yang sudah mengungsi sejak Sabtu (18/1) lalu.
Lain halnya dengan Rahmadi yang tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga ketika terjadi musibah longsor. Namun ia beserta keluarga sempat melarikan diri, ketika mendengar suara bergemuruh. Ketika hujan turun dengan deras, ia sudah waspada jika akan terjadi tanah longsor. ”Beberapa rumah tetangga, sebagian retak-retak karena tanah bergerak dan ambles,” kata Rahmadi yang mengungsi ke rumah saudaranya.
Camat Kandangserang Istiyanto membenarkan jika terjadi musibah tanah longsor di Desa Garungwiyoro dan Desa Luragung hingga mengakibatkan 8 rumah warga rusak berat. “Saat ini akses jalan menuju desa tersebut, sebagian sudah bisa dilalui,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Jatmiko menegaskan, pihaknya sudah memberikan bantuan sembako melalui Kantor Kecamatan setempat. Saat ini pihaknya sedang menyingkirkan batu dan tanah yang menutupi jalan desa agar akses masuk kembali lancar. ”Batu besar dan tanah sudah disingkirkan, akses jalan Desa Luragung dan Garungwiyoro dan Desa Klesem sudah bisa dilalui, bantuan yang mendesak seperti sembako sudah dikirim,” tegas Bambang. (thd/ton)