Kembangkan Tanaman Nilam

711

UNGARAN-Petani di Jambu dan Sumowono mulai mengembangkan budidaya tanaman nilam (pogostemon cablin benth). Tanaman yang menghasilkan minyak nilam untuk kebutuhan industri jamu dan farmasi itu terus dikembangkan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang agar para petani mengembangkan tanaman tersebut.
Menurut Kepala Distanbunhut Kabupaten Semarang, Urip Triyogo, saat ini ada sekitar 5 hektare lahan di Jambu dan Sumowono yang sudah ditanami nilam dan sudah panen perdana.Tanaman perdu tersebut sangat cocok berada di daerah dengan ketinggian 300 hingga 700 meter di atas permukaan laut seperti di Sumowono, Jambu dan sekitarnya. Untuk memanen hanya membutuhkan waktu tanam 5-6 bulan. Produksi rata-rata per batang bisa mencapai 1-2 kilogram daun nilam. Setiap 100 kilogram daun kering akan menghasilkan 2 kilogram minyak nilam murni.
“Setiap hari perusahaan industri obat dan farmasi baik dalam dan luar negeri membutuhkan minyak dari tanaman nilam tersebut. Sehingga prospek kedepan cukup bagus. Per hektare lahan dapat menghasilkan 25-50 ton daun basah.Untuk saat ini harga nilam Rp 450 ribu/kilogram bahkan di pasar bisa sampai Rp 700 ribu/kilogram,” ungkap Urip Triyoga, Senin (20/1).
Urip mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan lahan tanaman nilam di berbagai wilayah di Kabupaten Semarang terutama pada lahan tidur. Untuk mensukseskan program tersebut pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Asosiasi Petani Nilam Kabupaten Semarang yang berkedudukan di Susukan, Ungaran Timur. “Beberapa hari lalu, sudah melakukan panen perdana yang dilakukan Bupati Semarang Mundjirin dan para petani di Desa Kewarasan, Jambu,” imbuhnya. (tyo/ton)