Kejaksaan Tetapkan Dua Tersangka

170

Dugaan Korupsi Proyek Talud
DEMAK–Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan talud yang bersumber dari anggaran APBN 2011 terkait Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID). Kedua tersangka berinisial EM (Direktur CV Nusa Cipta Utama Demak) dan HB (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK). Proyek yang berada di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Demak ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Kajari Demak Zairida mengatakan, nilai proyek dua talud sepanjang 600 meter di Dukuh Timbulsloko dan Dukuh Bogorame, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung ini mencapai Rp 800 juta. Kejari masih menunggu perhitungan kerugian negara. “Sebelumnya, kita sudah memeriksa 15 saksi. Mereka kita mintai keterangan soal proyek talud penahan gelombang laut tersebut,” jelasnya Senin (20/1).
Kejari juga telah meminta pendapat pihak ahli dari Fakultas Teknik Undip Semarang untuk mengecek kondisi fisik bangunan talud itu. Hasilnya, pengerjaan proyek memang tidak sesuai dengan spek yang ada. “Fondasinya keropos. Ketika dicek langsung ketahuan tidak beres,” ujar Zairida.
Kasi Pidsus Dafit Supriyanto menambahkan, proyek talud itu terdeteksi ada kekurangan volume. “Proyeknya sudah selesai. Tapi, pekerjaannya 45 persen tidak sesuai atau tidak dikerjakan sesuai spek-nya,” kata dia.
Menurutnya, pihak kejaksaan telah menyelidiki dugaan korupsi ini sejak November 2013 serta menindaklanjuti penyidikan pada Januari 2014 ini. Menyusul ada perintah dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah agar Kejari mengecek proyek-proyek PPID di Demak yang dananya dari pemerintah pusat. “Kebetulan, ketika kita selidiki langsung menemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Indikasinya, pekerjaan tanpa ada fondasi bawah talud,” jelasnya.
Dafit mengatakan, proyek PPID di Demak totalnya senilai Rp 10 miliar. Namun, besaran dana itu untuk pengerjaan sebanyak 35 proyek. Ada yang untuk membangun talud dan ada pula untuk membangun jalan. (hib/ton)