Dua Bulan di Laut, 7 ABK Diselamatkan

179

TANJUNGMAS — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang berhasil mengevakuasi tujuh anak buah kapal (ABK) yang terombang-ambing di perairan laut Jawa selama dua bulan.
Tujuh ABK yang berhasil diselamatkan tersebut adalah Rusdianto, Bosun, Rifal, Dedi, Arman, Anggun dan Afifudin. Mereka diselamatkan oleh tim rescue dari RB 206 Kantor SAR Semarang yang tiba cepat setelah menerima laporan musibah akan adanya Kapal Cargo KM Era 2000 tanpa muatan mendekati perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Salah satu ABK, Rusdianto mengatakan, kapal milik PT Oceanindo Prima Sarana (OPS) itu sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Oktober 2013 lalu. Sedianya kapal akan menuju Pare Pare, Sulawesi Selatan. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di Perairan Tegal, kapal mengalami mati mesin, dan sempat diperbaiki di Pelabuhan Bahari Tegal.
Setelah selesai diperbaiki, kapal mampu berlayar kembali. Namun kapal kembali mengalami masalah dan harus merapat di Pelabuhan Pekalongan. ”Di Pelabuhan Pekalongan, kapal hanya mampu diperbaiki seadanya, karena keterbatasan alat dan spare part kapal. Rencananya, kapal akan diperbaiki total di Semarang,” ujarnya, Senin (20/1).
Pada November 2013 lalu, Kapal Cargo KM Era 2000 tiba di perairan Semarang dan rencananya akan diperbaiki. Tapi spare part yang dibutuhkan belum tersedia, akhirnya kapal tesebut hanya bisa menunggu di luar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tapi, selama dua bulan lebih, KM Era 2000 tak kunjung juga diperbaiki hingga akhirnya terjadi cuaca buruk di laut Jawa mengempaskan kapal tersebut ke sisi luar dam atau pemecah ombak.
Kapten Kapal Basarnas Adil Triyanto yang memimpin tim Rescue RB 206 Basarnas mengatakan, proses evakuasi tujuh ABK itu berjalan cukup sulit. Hal itu disebabkan tingginya ombak yang mencapai empat meter dan angin yang kencang. Penyelamatan yang dilakukan Basarnas sendiri menggunakan rigid inflatable boats (RIB) untuk mendekati KM Era 2000.
”Bila tim kami mendekat ke sisi kiri kapal, RIB akan terempas ombak dan menghantam lambung kapal Era 2000. Sementara jika kami dari sisi kanan kapal, RIB akan menabrak dam,” paparnya.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya 7 orang ABK KM Era 2000 tersebut memutuskan untuk turun dari kapal dan mencoba mendekati RIB dengan cara berenang. Satu per satu ABK tersebut turun dari kapal menuju sisi dalam dam yang ombaknya relatif lebih kecil. Beruntung RIB yang juga berada di sisi dalam dam tersebut mampu mendekati ABK tersebut dan segera melakukan evakuasi.
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Emas, Kapten Dwi Yanto, mengatakan, tim sebenarnya juga sudah berusaha untuk mengevakuasi kapal untuk ditarik ke Pelabuhan Tanjung Emas. Namun urung dilakukan karena cuaca buruk.
”Anggota sudah ke lokasi menggunakan kapal patroli. Posisi kapal sudah mendekati dam, dan dalam keadaan black out alias seluruh mesin mati. Yang kami takutkan kapal akan menabrak dam, jadi kami selamatkan dulu ABK-nya,” tuturnya. (bud/aro/ce1)