Baru Sebulan Sudah Ambles

183

Bangunan Pasar Projo Tahap I
AMBARAWA–Bangunan Pasar Projo Ambarawa tahap I yang baru saja selesai, ternyata sudah rusak. Kerusakan terdapat pada tembok talut setinggi 3 meter di sisi barat yang mulai retak. Selain itu ada 7 titik lantai los di bagian tengah pasar yang ambles. Padahal pembangunan yang dikerjakan, PT Merdeka Suryatama bekerjasama dengan PT Rekaisti Utama itu baru diselesaikan 23 Desember 2013 lalu dengan anggaran sebesar Rp 14 miliar.
Hasil pengecekan DPRD Kabupaten Semarang dan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang terlihat lantai bagian los tengah pasar ambles. Ada 7 titik kerusakan lantai berbahan plesteran semen pasir. Kerusakan berdiameter antara 1 meter hingga paling lebar 4 meter. Selain itu ada keretakan di tembok talut sisi barat bangunan tiga lantai tersebut.
Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Semarang menyayangkan adanya kerusakan bangunan Pasar Projo tahap I tersebut. Sebab dinilai ada kesalahan teknis pembangunan dan kurang ketatnya pengawasan yang dilakukan konsultan pengawas.
“Coba lihat ini, lantainya ambles, ada juga yang retak bagian tembok. Selain pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas juga harus bertanggung jawab,” tutur Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Achsin Ma’ruf saat meninjau kerusakan tersebut, Senin (20/1).
Achsin menilai pekerjaan konsultan pengawas tidak optimal. Konsultan pengawas harusnya mengawasi dan jika ada temuan pekerjaan yang tidak sesuai harus memperingatkan kontraktor. Tetapi hingga pekerjaan selesai, baru diketahui ada kerusakan. Achsin menilai ada kesalahan teknis dalam pengurukan, sehingga tanahnya ambles.
“Tidak sempurnanya bangunan itu juga bagian tanggungjawab konsultan pengawas, dia (konsultan pengawas) itu dibayar Rp 180 juta. Bisa jadi tanah uruknya tidak sesuai,” kata Achsin.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag Kabupaten Semarang, Moh Natsir mengatakan, kerusakan yang terjadi pada bangunan Pasar Projo tahap I masih menjadi tanggungjawab pelaksana proyek, sebab saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Natsir menilai keretakan tembok talut disebabkan ada gerakan tanah karena pemadatan dan resapan air.
“Kami sudah meminta pelaksana proyek untuk segera memperbaiki kerusakan itu. Pihak pelaksana proyek juga mengakui adanya penurunan tanah, tetapi tidak mempengaruhi struktur bangunan. Pihak pelaksana proyek sudah menyatakan siap akan memperbaiki,” tutur Natsir.
Sementara itu Site Manager Rekaisti Utama selaku pelaksana proyek pembangunan Pasar Projo, Indro Sudarsono mengakui adanya kerusakan tersebut. Menurut Indro amblesnya lantai karena pengurukan kurang padat. Indro juga beralasan, pendeknya waktu pengerjaan turut andil membuat kurang sempurnanya bangunan tersebut. Sebab waktu pengerjaan dimulai 20 Agustus 2013 hingga 23 Desember 2013. Namun demikian pihaknya bertanggungjawab untuk memperbaiki sebab masih dalam masa pemeliharaan selama 180 hari sejak selesai pembangunan.
“Kerusakan itu karena kurang padat saat pengurukan, sehingga begitu kena hujan ambles. Secepatnya akan diperbaiki. Selasa (21/1) langsung kami kerjakan karena ini masih menjadi tanggung jawab kami,” tutur Indro yang mendampingi Dinas Koperasi UMKM Perindag dan DPRD Kabupaten Semarang. (tyo/ton)