Alun-Alun Tetap Disterilkan

192

DEMAK-Pemkab Demak tetap akan mempertahankan kebijakan yang telah diambil, yakni mensterilkan kawasan Alun-Alun Kota Demak dari kerumunan Pedagang kaki Lima (PKL). Ini penting dilakukan untuk menjaga estetika dan keamanan Masjid Agung Demak.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Demak, M Ridwan dalam rakor dengan Komisi B di DPRD Demak, kemarin. Rakor yang dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tri Puji Lestari dan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Demak Lambang Antono ini untuk menyelesaikan tuntutan PKl dan pedagang Pujasera. “Jadi, kita tidak akan bicara apakah pendapatan pedagang menurun atau tidak. Yang jelas, Alun-alun adalah ruang publik hak masyarakat banyak. Karena itu, harus kita jaga dengan baik. Apalagi, rehabilitasi Alun-alun juga menghabiskan anggaran yang tidak sedikit,”jelasnya.
Sedangkan, untuk mengakomodasi tuntutan pedagang Pujasera, pemkab akan menata sedemikian rupa, termasuk membuatkan kanal khusus bagi peziarah. Dengan demikian, peziarah akan tetap melalui kawasan Pujasera pusat souvenir dan oleh-oleh khas Demak. “Untuk ojek juga kita tata sehingga tidak mengganggu peziarah yang hendak berbelanja,” katanya.
Ketua Komisi B, DPRD Demak, Suradi sepakat kawasan Masjid Agung harus tetap disterilkan. “Namanya kebijakan tetap ada yang pro dan kontra. Yang penting semua bisa terakomodasi,” jelasnya. (hib/ton)