102 PKL Agus Salim Direlokasi

137

KAUMAN — Pemkot Semarang mengambil langkah tegas menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang Jalan Agus Salim, tepatnya di depan gedung Johar Shopping Center (JSC). Kemarin (20/1), sebanyak 102 PKL di kawasan tersebut ditertibkan oleh petugas. Keberadaan mereka selama ini dinilai mengganggu lalu lintas kendaraan di sekitarnya. Mereka direlokasi ke Jalan Inspeksi di samping gedung JSC.
Relokasi ini membuat para pedagang ketakutan dagangannya menjadi tak laku. Seperti disampaikan salah satu PKL, Supriyanto. Ia khawatir, dagangannya terancam sepi pembeli. Ia menilai Jalan Inspeksi jauh lebih sepi dibandingkan tempat berjualan yang sebelumnya.
”Setiap hari di depan Matahari (Jalan Agus Salim) saya bisa mengantongi Rp 100 ribu, itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi di sini (Jalan Inspeksi), sejauh ini dagangan menjadi tidak laku,” keluhnya.
Selain sepi pembeli, Supriyanto mengaku khawatir lokasi berdagang di tempat sebelumnya dipakai oleh orang lain. Karena menurut kebijakan Pemkot Semarang, relokasi di Jalan Inspekasi hanya sementara. Setelah dua minggu jika transaksi dagangannya sepi akan dikembalikan lagi ke tempat semula.
”Kami diberitahu pemindahan tempat ini hanya sementara, cuma dua minggu, katanya kalau nggak laku boleh balik lagi,” katanya.
Menurutnya, kemacetan di kawasan Pasar Johar bukan hanya disebabkan oleh keberadaan para PKL. Tapi, parkir sepeda motor yang memakan sebagian badan jalan juga ikut andil menyebabkan kemacetan. Namun pemkot tidak menertibkan seluruhnya, hanya para PKL yang di sepanjang Jalan Agus Salim. ”Ini kan tidak seluruhnya, kalau PKL sepanjang Jalan Agus Salim saya malah tidak apa-apa,” tegasnya.
Kepala Seksi Perizinan, Bimbingan dan Penyuluhan, Dinas Pasar Kota Semarang, Nur Azis mengatakan, keseluruhan ada 102 PKL Jalan Agus Salim yang direlokasi ke Jalan Inspeksi. Relokasi untuk penertiban lalu lintas di kawasan Pasar Johar. Namun sifatnya masih merupakan uji coba penataan PKL. ”Pemindahan itu bersifat temporer, para PKL akan dipindah selama dua minggu, kalau laku (laris) diteruskan, kalau tidak dikembalikan (ke Jalan Agus Salim) dan didata,” tuturnya.
Relokasi itu membuat jalan di kawasan Pasar Johar menjadi tampak bersih. Tidak ada lagi PKL yang mangkal atau mendirikan bangunan. Namun, di pinggir jalan masih dipakai untuk parkir motor.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, relokasi itu akan berlaku seterusnya jika perkembangannya memungkinkan. Pemerintah akan melihat dulu selama dua minggu, dengan harapan di tempat yang baru para PKL juga bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. ”Diharapkan hasilnya juga bagus, tapi kalau tidak nanti coba kita lakukan penertiban (penataan di lokasi lama, Red),” jelasnya.
Adapun untuk penataan parkir di Jalan Agus Salim, Kabid Parkir Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, Tri Wibowo, memastikan, juga akan ditata. ”Parkir di Jalan Agus Salim hanya boleh satu baris saja,” tegasnya. (zal/aro/ce1)