Warga Kebanjiran, Bupati Studi Banding

167

SEJUMLAH warga korban banjir di Batang, seperti Dukuh Dracik, Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, dan Desa Depok, Kecamatan Kandeman, menyentil sang Bupati Yoyok Rio Sudibyo.
Sejumlah korban banjir mengaku belum menerima bantuan. Satu sisi, PNS dari Pemkab yang datang, hanya sebatas melihat lokasi banjir saja.
Meski banjir di Batang tak separah di kabupaten dan Kota Pekalongan, namun banyak warga yang menjadi korban banjir butuh bantuan. Utamanya, sembako.
Sunardi, 43, warga Dukuh Dracik RT 03 RW 04, Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, mengaku kecewa dengan Pemkab Batang. Ketika wilayah Batang kebanjiran, Bupati Yoyok Rio Sudibnyo dan jajarannya justru studi banding ke Jakarta.
Ketika warga kebanjiran dan rumahnya ambruk, yang kali pertama membantu justru dari pihak Polres. ”Sebelumnya saya sudah ke Pendopo Bupati, kata yang jaga bupati bersama kepala SKPD ke Jakarta, untuk studi banding,” tutur Sunardi.
Sedi Suranto, 26, warga Dukuh Dracik RT 03/RW 04 Kelurahan Proyonanggan Selatan yang rumahnya ambruk pada Jumat (17/1) lalu mengaku bingung, karena belum ada kepastian rumahnya akan dibantu Pemkab.
Menurut dia, Dinas Sosial belum bisa memberikan kepastian, karena harus seizin bupati. ”Saat saya tanya ke Dinsos, baru ada jawaban setelah bupati dan rombongan, pulang dari Jakarta,” kata Suranto.
Bupati Yoyok Riyo Sudibyo membenarkan dirinya pada Minggu (19/1) kemarin, studi banding ke Jakarta. Menurut dia, studi banding untuk melakukan diskusi terkait masalah-masalah investasi dan masalah yang berkaitan dengan dokumen daerah.
”Bahkan Gubernur Joko Widodo juga punya rencana melakukan kunjungan balasan ke Batang. Kunjungan kita ke Jakarta untuk studi banding,” tutur Bupati Yoyok.
Yoyok mengatakan, pada kesempatan itu, ia bersama Gubernur DKI Jowowi turun lapangan dengan mengayuh sepeda bersama untuk melihat secara langsung penataan kota dan pertamanan. (thd/isk/ce1)