SEMARANG – Manajemen PSIS memberlakukan aturan ketat untuk para pemainnya. Meski telah diikat kontrak, namun tidak jaminan para pemain akan tetap bertahan di tim hingga akhir musim nanti.
General Manajer (GM) PSIS Kairul Anwar mengatakan, semua pemain PSIS saat ini tidak sedang berada di zona aman. Pelatih dan manajemen akan terus melakukan evaluasi terkait performa mereka. “Setiap minggu kami lakukan evaluasi, baik teknis maupun non teknis. Untuk teknis, pemain kita akan terus pantau perkembangan di lapangan meskipun sudah kontrak, belum jaminan mereka akan terus bertahan. Karena itu pemain harus terus bekerja keras untuk memperbaiki performa,” beber Kairul.
Saat ini skuad tim berjuluk Mahesa Jenar itu berjumlah 17 pemain yang telah diikat dengan kontrak, ditambah lima pemain magang yang merupakan pemain-pemain muda binaan klub-klub anggota PSIS. Untuk pemain lokal, PSIS masih membutuhkan tiga pemain ditambah tiga pemain asing.
Untuk sisa pemain, PSIS akan memprioritaskan pemain-pemain yang memang telah memiliki jam tanding tinggi. “Mayoritas pemain yang sudah ada saat ini kan pemain muda, harus ditopang dengan pemain-pemain berpengalaman. Di sisa waktu ini kami akan terus berburu pemain baik untuk lokal maupun asing sesuai kualifikasi tersebut,” sambungnya.
Terpisah, pelatih PSIS Eko Riyadi saat ini masih terus memantau perkembangan enam pemain lokal yang sudah beberapa hari ini diseleksi, serta telah dijajal di laga ujicoba versus SSS lalu. Keenamnya adalah Imam Rochmawan, Gipsy Salaita Alaita, Firdaus Muhammad, Boas Artururi, Fadli Manna, dan Nanang Hermawan. “Mereka akan terus kita pantau, selain kami juga terus mencari pemain-pemain lainnya. Kita tidak ingin terburu-buru tapi juga tidak mau terlalu lama melihat mereka,” beber Eko.
Sedangkan untuk pemain asing, Selasa (21/1) besok rencananya playmaker PSIS musim lalu Ronald Fagundez akan merapat ke Jatidiri. ”Kita akan lihat kondisi terakhir Fagundez besok, setelah itu langsung nego karena kita sudah tahu kualitasnya,” pungkas Eko kemarin. (bas/smu)