Sutopo 12 Tahun Kumpul Kebo

262

SALATIGA — Sutopo, 50, tersangka pembunuhan terhadap Aang Warsito, 41, dan penusukan terhadap Sri Hartati (bukan Sri Suhartatik seperti diberitakan kemarin, Red), 39, yang merupakan pasangan kumpul kebonya, mengaku menyesali perbuatannya. Lelaki pengangguran itu menyatakan, aksi nekatnya tersebut dilakukan karena dibakar rasa cemburu.
Dia bercerita, beberapa hari sebelum kejadian, Sutopo naik angkutan kota (angkot). Saat itu, ia dikabari oleh salah seorang awak angkot bahwa ’istrinya’ (Sri Hartati) menjalin hubungan asmara dengan lelaki lain, yakni Aang Warsito yang kos di daerah Sukoharjo, Kecamatan Argomulyo.
Berbekal informasi itu, Sutopo berusaha untuk mencarinya. Apalagi Sabtu (18/1) itu, Sutopo tidak mendapati ’istrinya’ berada di rumah.
”Sudah 12 tahun saya menjalin hubungan dengan Sri Hartati dan dikaruniai seorang anak berumur 7 tahun. Selama ini kami hidup serumah,” kata Sutopo polos.
Mendapati istrinya tidak ada di rumah, Sutopo langsung berinisiatif mencarinya. Ia juga akan memberi pelajaran kepada pacar Sri Hartati. Karena ia yakin Sri Hartati berada di kos pacarnya, ia pun menyiapkan diri dengan membawa pisau lipat yang diselipkan di celana. ”Saya pergi ke sana (kos Aang) dengan naik angkot,” ujarnya.
Sampai di kos korban, Sutopo semakin yakin ’istrinya’ berada di tempat itu. Karena ia melihat sepeda motor Yamaha Mio milik Sri Hartati diparkir di teras kos. Ia juga melihat sandal milik istrinya berada di depan pintu kos. ”Saya langsung buka pintu, kebetulan tidak dikunci, mereka lagi duduk-duduk,” katanya.
Dalam keadaan kalap, Sutopo mengambil pisau lipat yang diselipkan di celananya. Ia langsung menghunuskan ke perut Aang. Belum puas, Sutopo kembali menusukkan senjata tajam itu ke dada kirinya. Korban pun jatuh tersungkur bersimbah darah.
Sri Hartati yang melihat kejadian ini hanya bisa ngewel. Belum puas, Sutopo yang kalap gantian menusuk leher Sri Hartati, kemudian menusuk lagi mengenai pipi dan kening sebelah kanannya. Akibatnya, Sri Hartati terkapar bersimbah darah. ”Saya tinggalkan pisau lipat saya, kemudian pergi naik angkot untuk menyerahkan diri ke kantor polisi (Polsek Tingkir, Red),” katanya.
Berdasarkan catatan kepolisian, Sutopo adalah seorang residivis kasus penganiayaan yang terjadi beberapa tahun lalu. Saat itu, ia diganjar hukuman 10 bulan penjara. Selama ini, Sutopo juga sering beraktivitas di perjudian dadu. ”Kadang saya jual batok (tempurung kelapa, Red) untuk kopyokan dadu,” akunya.
Atas perbuatannya, Sutopo bakal dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP dan lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHP. ”Kita menjerat dengan pasal berlapis,” terang Kasatreskrim Polres Salatiga AKP Andi Prasetyo kemarin.
Menurut dia, jeratan pasal itu sesuai dengan aksi yang dilakukan oleh tersangka. Selama dalam pemeriksaan kemarin, Sutopo terlihat tenang dan dingin meski diancam hukuman belasan tahun penjara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sutopo, 50, warga Jalan Argo Tunggal No 1 RT 07 RW II, Dukuh Ledok, Kecamatan Argomulyo, Salatiga nekat menganiaya pasangan kumpul kebonya sendiri, Sri Hartati, 40, warga Ringinawe RT 05 RW I, Salatiga. Ia juga menusuk pacar gelap Sri Hartati, yakni Aang Warsito, 41, warga Desa Blanceran RT 01 RW V, Kecamatan Karanganom, Klaten dengan pisau lipat. Akibatnya, Aang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan Sri Hartati hingga kemarin masih dirawat intensif di UGD RSU Salatiga. (sas/deb/aro/ce1)