Proyek Pasar Projo Tahap Satu Selesai

147

AMBARAWA — Pembangunan Pasar Projo Ambarawa tahap II akan dikebut dan ditarget selesai sebelum Desember 2014.
Untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Pasar Projo Ambarawa, Pemkab akan menggelontorkan lagi anggaran Rp 24 miliar.
Pantauan Radar Semarang, Minggu (19/1) siang kemarin di lokasi proyek pembangunan Pasar Projo Ambarawa, saat ini lokasi proyek ditutup. Tidak ada pekerjaan apa pun. Sebab, pembangunan tahap I sudah selesai pada 2013.
Alat berat dan pekerja proyek juga sudah tidak ada di lokasi. Proyek tersebut akan dilanjutkan lagi pada 2014.
Menurut Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang, Moh Natsir, pembangunan Pasar Projo tahap I sudah selesai. Sehingga tidak ada lagi aktivitas pembangunan.
Pembangunan Pasar Projo tahap II akan dilaksanakan pada pertengahan 2014. Target selesai maksimal pada Desember 2014. Anggaran yang akan digelontorkan Rp 24 miliar.
”Saat ini tinggal konsentrasi pembangunan tahap II, dengan total anggaran sekitar Rp 24 miliar. Anggaran tersebut, sudah termasuk bantuan keuangan dari Pemprov Jateng Rp 2,2 miliar. Mudah-mudahan lancar, sehingga maksimal akhir Desember 2014 sudah 100 persen selesai, sehingga bisa segera ditempati,” tutur Natsir, Minggu (19/1) kemarin.
Natsir berharap, proses lelang segera dilaksanakan pada April 2014 mendatang. Untuk saat ini, masih proses redesain bagian belakang pasar.
Sekalipun ada redesain, menurut Natsir, tidak ada perubahan anggaran. Proses redesain diprediksi selesai Maret 2014. Sehingga pada April 2014 pekerjaan fisik dapat segera dilelang.
”Sebenarnya, kalau tidak ada redesain, lelang bisa dilakukan lebih awal sekitar Februari 2014. Tapi jika desain awal dipaksakan, akan membahayakan pedagang maupun pengunjung pasar. Sehingga dilakukan redesain agar ada tambahan bangunan sehingga tidak membahayakan.”
Menurut Natsir, setelah selesai 100 persen, maka akan dilakukan relokasi pedagang secara serentak. Jadi, pedagang yang akan ditampung adalah pedagang eks Pasar Projo Ambarawa yang terdata. ”Pedagang baru tidak bisa menempati lahan di Pasar Projo yang baru. Kita sudah ada datanya, jadi nanti tinggal dipantau saja,” kata Natsir.
Terpisah, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Semarang, Sunarto meminta Dinas Koperasi UMKM dan Perindag secepatnya mengajukan lelang pembangunan Pasar Projo tahap II ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Sebab, jika terlambat diajukan, maka waktu lelang juga akan mundur. Hal itu bisa berakibat pada pekerjaan fisik.
”Kita minta lelang tidak terlambat, paling tidak Maret sudah lelang. Sehingga waktunya cukup untuk pengerjaan fisik sampai akhir tahun anggaran 2014,” kata Sunarto. (tyo/isk/ce1)