Knalpot Angkutan Elpiji Harus di Depan

26

WONOSOBO – Untuk menjaga keamanan, angkutan terbuka pengangkut elpiji harus memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya, untuk pemasangan knalpot harus didesain khusus, dipasang di bagian depan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya percikan api saat di jalan.
Upaya menertibkan angkutan elpiji itu, dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wonosobo, dengan melakukan pengawasan terhadap angkutan yang digunakan para agen resmi elpiji.
Menurut Kepala Seksi Distribusi Pasar dan Perlindungan Konsumen Disperindag Wonosobo, Oman Yanto sebagai pengamanan distribusi niaga elpiji elpiji 3 kg, PT Pertamina mensyaratkan beberapa aturan agar distribusi elpiji 3 kg sampai ke tingkat pangkalan, sebelum sampai ke konsumen pengguna.
“Sarana mobilitas angkut yang digunakan harus kendaraan memenuhi syarat, berbeda dengan angkutan umum lainnya,” katanya.
Dirincikan, syarat tersebut meliputi, tidak boleh menggunakan ban vulkanisir tapi harus yang standar nasional Indonesia (SNI). Penggunaan ban vulkanisir bagi pengangkut elpiji berbahaya karena memiliki beban yang cukup berat.
“Sehingga, jika terjadi ban pecah bisa memicu terjadi kebakaran akibat gesekan antar tabung yang dapat menimbulkan percikan api sehingga terjadi kebakaran,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, knalpot kendaraan juga harus berada di depan, tidak boleh di belakang seperti mobil pada umumnya. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi percikan api yang bisa langsung menyambar gas yang diangkut.
“Kemudian juga harus menggunakan mobil khusus, sebagai pengangkut elpiji dan terlihat stiker menerangkan sebagai nama agen resmi yang telah ditunjuk Pertamina,” tuturnya.
Dari hasil pemantauan, kata Oman, sejumlah angkutan dari para agen resmi di Wonosobo, memenuhi syarat. Dari 4 agen elpiji 3 kg yaitu, PT Amanah Mitra Selaras ada 4 truk kapasitas 560 tabung dan 1 truk kapasitas 360 tabung dari alokasi harian 3.540 tabung, PT Bumi Pelita Asri ada 4 truk kapasitas 560 tabung dan 1 truk kapasitas 360 tabung dengan alokasi harian 3.540 tabung. Selain itu, PT Amita Surya Jaya 6 unit truk kapasitas 560 tabung dan 1 unit truk kapasitas 360 tabung dari alokasi harian 3.520 tabung dan PT Rizky Ilahi ada 4 unit truk berkapasitas 560 tabung dan 1 unit truk kapasits 360 tabung dari alokasi harian 2.031 tabung. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here