Jalur Pendakian Ditutup

171

UNGARAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengingatkan kepada para nelayan Rawapening dan pendaki gunung untuk berhati-hati, menyusul cuaca ekstrem dua hari terakhir ini.
Seperti diketahui, hujan deras disertai angin kencang terus mengguyur hampir di seluruh Bumi Serasi (sebutan lain Kabupaten Semarang).
Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Arief Budianto mengatakan, intensitas curah hujan sangat tinggi. Kondisi tersebut membahayakan masyarakat yang beraktivitas di alam bebas. Seperti aktivitas nelayan di Rawapening.
”Kami sudah memberikan warning (peringatan) agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab curah hujan sangat tinggi disertai angin kencang.”
Salah satu kawasan yang rawan angin kencang dan bahaya petir adalah Rawapening. Meski begitu, BPBD tak bisa melarang aktivitas masyarakat. Karena itu, pihaknya hanya bisa mengingatkan dan meminta para nelayan—juga penghobi mancing— untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain bahaya angin kencang dan petir, BPBD juga mengingatkan waspada longsor.
Arief memerintahkan percepatan penanganan bencana, dengan mendirikan lima posko. Yaitu, di Kecamatan Bringin, Sumowono, Getasan, dan Kecamatan Suruh. Sedangkan satu posko kendali di kantor BPBD di Ungaran.
Selain peringatan bahaya memancing di Rawapening, dua jalur pendakian gunung Merbabu ditutup. Yakni jalur Batur maupun dari Cuntel, Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. Penutupan karena faktor cuaca buruk.
”Kami terus memantau cuaca hingga puncak Merbabu. Saat ini puncak masih diselimuti kabut tebal. Karena cuaca buruk, untuk sementara jalur pendakian kami tutup selama seminggu ke depan. Kami khawatir, kecelakaan akan menimpa para pendaki,” ungkap Koordinator SAR Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Agus Surolawe. (tyo/isk/ce1)